Palu, Teraskabar.id – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menyambut antusias laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai kemiskinan Sulteng. Kemiskinan Sulteng turun signifikan dari 11 persen pada tahun 2024 menjadi 10,52 persen pada September 2025.
Data BPS merincikan, angka kemiskinan pada September 2024 sebesar 11,04 persen dengan total penduduk miskin mencapai 358.330 jiwa, Maret 2025 sebesar 10,92 persen dengan total penduduk miskin 356.190 jiwa. Selanjutnya pada September 2025, persentase penduduk miskin sebesar 10,52 persen dengan total penduduk miskin 345.380 jiwa atau turun 0,40 persen poin terhadap Maret 2025.
Kemiskinan Sulteng Turun, Termasuk di Perkotaan dan Perdesaan
Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2025 sebesar 6,40 persen, menurun dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 6,98 persen. Sementara itu, persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2025 sebesar 12,66 persen, menurun dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 12,93 persen.
Dibanding Maret 2025, jumlah penduduk miskin pada September 2025 di daerah perkotaan turun sebanyak 5,1 ribu orang (dari 76,92 ribu orang pada Maret 2025 menjadi 71,84 ribu orang pada September 2025). Sementara itu, pada periode yang sama jumlah penduduk miskin di daerah perdesaan turun sebanyak 5,7 ribu orang (dari 279,27 ribu orang pada Maret 2025 menjadi 273,53 ribu orang pada September 2025).
Adapun Garis Kemiskinan pada September 2025 tercatat sebesar Rp664.691/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp498.444 (74,99 persen), dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp166.247 (25,01 persen).
Pada September 2025, secara rata-rata rumah tangga miskin di Sulawesi Tengah memiliki 5,4 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp3.589.331/rumah tangga miskin/bulan.
Anwar Hafid menilai capaian tersebut merupakan salah satu dampak dari semakin baiknya pengelolaan data di lingkungan Pemprov Sulteng.
“Ada beberapa indikator dari BPS yang merilis beberapa data Alhamdulillah angka kemiskinan kita dari 2024 dari 11 persen sekarang turun 10,52 persen,” kata Anwar Hafid saat memimpin apel pagi seluruh ASN Pemprov Sulteng, Jumat (20/02/2026).
Selain penurunan kemiskinan, indikator kesejahteraan masyarakat juga terlihat dari meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Data BPS menunjukkan IPM Sulawesi Tengah pada 2025 mencapai 72,82 persen atau meningkat 0,80 persen dibanding tahun sebelumnya.
“IPM kita juga naik walaupun tidak signifikan tapi tetap naik dibanding 2025 kemarin,” pungkas Anwar.
Peningkatan tersebut turut berdampak pada umur harapan hidup. Bayi yang lahir pada 2025 diperkirakan memiliki usia harapan hidup 71,10 tahun, meningkat 0,26 tahun dibandingkan kelahiran tahun sebelumnya.
Ajak ASN Beri Pelayanan Terbaik
GubernurSulteng, Anwar Hafid, pada kesempatan tersebut mengajak aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menurut Anwar Hafid, pelayanan publik yang baik merupakan harapan utama masyarakat terhadap pemerintah.
“Berikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat, masyarakat kita ini tidak pernah minta macam-macam, hanya pelayanan kita yang harus lebih baik,” kata Anwar.
Ia menegaskan, kemajuan Sulawesi Tengah hanya dapat terwujud melalui kerja sama seluruh ASN. Sinergi dan kolaborasi dinilai menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Anwar Hafid juga menyampaikan harapan besar agar seluruh ASN terus meningkatkan pengabdian kepada rakyat, termasuk pasca kegiatan retret yang telah dilaksanakan sebelumnya.
“Harapan saya dari adanya retret kemarin agar kita bisa lebih baik dalam memberikan pelayanan masyarakat,” ujarnya.
Pada apel perdana di bulan Ramadan tersebut, Anwar Hafid juga menyoroti pentingnya pembaruan dan pembenahan pendataan di setiap instansi pemerintah.
Ia menilai data yang rapi dan terstruktur merupakan fondasi utama pemerintah dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
“Kita harus semakin baik lagi, caranya kita benahi pendataan dan perbanyak inovasi serta kolaborasi,” tutur Anwar. (red/teraskabar)






