Surakarta, Teraskabar.id – Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menerima anugerah gelar kebangsawanan dari Keraton Surakarta Hadiningrat pada prosesi adat yang berlangsung, Sabtu (20/9/2025) malam, di Surakarta, Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut, beliau secara resmi dikukuhkan dengan gelar “Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Iksan Darmodipuro.”
Prosesi penganugerahan dilaksanakan dalam suasana khidmat, dihadiri oleh tokoh adat, masyarakat budaya, serta sejumlah undangan kehormatan. Pihak Keraton Surakarta menegaskan bahwa pemberian gelar ini bukan sekadar simbol penghormatan, melainkan bentuk pengakuan atas dedikasi, kiprah, dan jasa Iksan dalam pengabdian kepada bangsa serta pelayanan kepada masyarakat.
“Doakan sukses ya acaranya,” ujar Iksan dengan senyum singkat sebelum prosesi dimulai, saat diminta untuk bertemu langsung dengan pihak Keraton.
Menurut pihak Keraton Surakarta, gelar kebangsawanan yang diberikan kepada Iksan memuat tanggung jawab moral untuk menjaga serta menegakkan nilai-nilai luhur budaya. Lebih dari itu, gelar ini juga dimaknai sebagai dorongan bagi penerimanya untuk terus berkomitmen dalam mewujudkan pelayanan publik yang berorientasi pada kepentingan rakyat.
Usai menerima gelar, Iksan menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya. Beliau menegaskan bahwa penghargaan tersebut akan menjadi pengingat sekaligus motivasi dalam memperkuat peran kepemimpinan dan tanggung jawab sosial budaya.
Dengan anugerah kebangsawanan ini, nama Iksan kini resmi disertai gelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Iksan Darmodipuro, yang menjadi catatan penting dalam perjalanan karier pemerintahan sekaligus pengabdiannya kepada masyarakat luas.
Untuk diketahui, Keraton Surakarta Hadiningrat berada di Kota Surakarta (Solo), Provinsi Jawa Tengah. Keraton ini didirikan oleh Pakubuwono II pada tahun 1745 setelah perpindahan pusat pemerintahan dari Kartasura. Hingga kini, Keraton Surakarta masih menjadi pusat kebudayaan Jawa, tempat penyelenggaraan upacara adat, pelestarian seni tradisi, sekaligus simbol sejarah keberlanjutan kerajaan Mataram di Jawa. (Ghaff/Teraskabar/Adt)






