Morowali, Teraskabar.id – Kegiatan Lomba Desa di Morowali tengah berlangsung, Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas pun menghadiri sekaligus membuka secara resmi agenda penilaian lomba Desa dan kelurahan tingkat Kabupaten Morowali tahun 2026, di Desa Solonsa Jaya, Kecamatan Wita Ponda, Senin (18/5/2026).
Pemerintah Kabupaten Morowali mengusung tema “Bangun Desa, Bangun Indonesia, Desa Terdepan Untuk Indonesia” dalam kegiatan tersebut. Tema itu menegaskan pentingnya peran desa sebagai motor pembangunan daerah sekaligus penopang kemajuan nasional.
Selain membuka acara, Iriane Iliyas juga memberikan apresiasi terhadap semangat kebersamaan masyarakat Desa Solonsa Jaya. Menurut dia, kekompakan warga menjadi modal penting untuk mendorong pembangunan desa yang lebih maju dan berdaya saing.
Wabup Iriane Iliyas Sebut Lomba Desa di Morowali Jadi Sarana Evaluasi
Dalam sambutannya, Iriane Iliyas menegaskan bahwa Lomba Desa di Morowali bukan sekadar ajang kompetisi antardesa. Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi sarana evaluasi sekaligus motivasi bagi pemerintah desa untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, pemerintah desa perlu memperkuat tata kelola pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Oleh sebab itu, evaluasi seperti ini dinilai penting untuk mengukur perkembangan desa secara menyeluruh.
“Melalui kegiatan ini, sekaligus untuk melihat sejauh mana desa mampu berkembang, mandiri, inovatif, serta mampu menggali dan memanfaatkan potensi yang dimiliki guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Iriane Iliyas.
Menurut dia, desa yang berkembang tidak hanya bergantung pada program pemerintah. Namun, kemajuan desa juga lahir dari partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung pembangunan di lingkungannya masing-masing.
Pada kesempatan itu, Iriane Iliyas menilai masyarakat Desa Solonsa Jaya memiliki semangat gotong royong yang kuat. Karena itu, ia optimistis desa tersebut mampu terus berkembang dan bersaing dengan desa lain di Kabupaten Morowali.
Selanjutnya, ia meminta masyarakat tetap menjaga persatuan dan kebersamaan yang selama ini telah terbangun dengan baik. Dukungan masyarakat, menurutnya, akan menentukan keberhasilan pembangunan desa di masa mendatang.
“Pemerintah Kabupaten Morowali tentu berharap, semangat gotong royong, persatuan, dan partisipasi masyarakat agar terus dipertahankan, dan lebih ditingkatkan,” harapnya.
Selain memberi apresiasi kepada masyarakat, Wakil Bupati Morowali juga mengingatkan tim penilai agar bekerja secara profesional selama proses evaluasi berlangsung.
Wabup Iriane Iliyas Minta Penilaian Objektif dan Transparan
Iriane Iliyas meminta tim penilai menjalankan tugas secara objektif, transparan, dan profesional. Dengan demikian, hasil penilaian dalam Lomba Desa di Morowali benar-benar menggambarkan kondisi riil dan kemampuan desa yang sebenarnya.
Menurut dia, proses penilaian yang jujur akan memberikan manfaat besar bagi pemerintah desa. Pasalnya, hasil evaluasi dapat menjadi bahan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan desa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Morowali Abd Malik Hafid, perwakilan Ketua TP-PKK Morowali, tim penilai dari sejumlah organisasi perangkat daerah, Camat Wita Ponda Nasron, S.Sos, unsur Forkopimcam Wita Ponda, serta pengurus PKK tingkat kecamatan dan desa.
Melalui pelaksanaan Lomba Desa di Morowali, Pemerintah Kabupaten Morowali berharap seluruh desa semakin aktif menggali potensi wilayah, memperkuat inovasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(G)






