Minggu, 12 April 2026

Parimo di Usia 24 Tahun: IPM Meningkat, Kemiskinan Turun Signifikan

Parimo di Usia 24 Tahun: IPM Meningkat, Kemiskinan Turun Signifikan
Gubernur Sulteng Anwar Hafid bertindak sebagai pemimpin upacara pada upacara peringatan HUT ke-24 Kabupaten Parigi Moutong, Jumat (10/4/2026), di Lapangan Kantor Bupati Parigi Moutong. Foto: IKP Parimo

Parigi Moutong, Teraskabar.id – Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) di usia 24 tahun menunjukkan perkembangan signifikan. Berbagai capaian pembangunan telah diraih, mulai dari peningkatan infrastruktur, pengembangan sektor pertanian dan perikanan, hingga penguatan pelayanan publik.

“Ini semua adalah hasil kerja keras pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat,” kata Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid saat memimpin upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Parigi Moutong, Jumat (10/4/2026), di Lapangan Kantor Bupati Parigi Moutong.

Sebagai daerah yang memiliki garis pantai yang panjang dan tanah yang subur, Parigi Moutong memiliki potensi luar biasa di sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata. Potensi ini harus terus dikelola dengan baik, inovatif, dan berkelanjutan agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.

“Karena itu, saya menyampaikan apresiasi yang tinggi pada capaian pembangunan Kabupaten Parigi Moutong dalam satu tahun terakhir,” ujarnya.

Parimo di Usia 24 Tahun, Pengangguran Relatif Satabil

Berdasarkan data BPS, indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Parigi Moutong tahun 2025 meningkat menjadi 69,99 poin, naik dari 69,48 poin pada tahun 2024. Kenaikan ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat semakin membaik dari tahun ke tahun.

Di bidang kesejahteraan sosial, angka kemiskinan berhasil turun signifikan dari 14,20% pada tahun 2024 menjadi 13,51% pada tahun 2025, atau berkurang dari 73.510 jiwa menjadi 71.880 jiwa. Hal ini menggambarkan penurunan cukup besar dan mencerminkan kerja keras semua pihak dalam memperluas akses ekonomi dan perlindungan sosial.

Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) relatif stabil selama tiga tahun berturut-turut, yakni berada pada angka 2,10 persen. Stabilitas ini menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang cenderung terjaga meskipun belum mengalami penurunan yang signifikan.

  Israel Terus Menyerang Gaza Meski Sudah Ada Kesepakatan Gencatan Senjata

“Secara keseluruhan, capaian indikator makro Kabupaten Parigi Moutong memperlihatkan kemajuan pada peningkatan kualitas manusia, penurunan kemiskinan, dan perbaikan distribusi pendapatan,” ujarnya.

Namun demikian, perlambatan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 menjadi catatan penting untuk mendorong kebijakan pembangunan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Pembangunan Merata Melalui 9 BERANI

Melalui program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah 9 BERANI, BERANI Cerdas, BERANI Sehat, BERANI Lancar, BERANI Menyala, BERANI Sejahtera, BERANI Berkah, BERANI Makmur, BERANI Harmoni, dan BERANI Berintegritas, Pemerintah Provinsi ingin memastikan bahwa seluruh wilayah, termasuk Parigi Moutong, merasakan manfaat pembangunan yang merata. Mulai dari pemenuhan layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi UMKM dan nelayan, dukungan sektor pertanian, hingga pengembangan pariwisata yang ada di Kabupaten Parigi Moutong.

Selain itu, untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan ekonomi rakyat ada beberapa potensi yang bisa dioptimalkan yakni;  Pajak Air Permukaan, Pajak Bahan Bakar, Kendaraan Bermotor,  Pajak Alat Berat Dan Pajak, Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, serta Participating Interest (PI) 10% dan  FORNAS IX tahun 2027.

Gubernur Anwar mengajak pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha, akademisi, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kolaborasi yang kuat. Sebab hanya dengan semangat bersama dan sinergi lintas sektor, parigi moutong dapat melangkah lebih cepat menjadi kabupaten yang maju dan berdaya saing.

“Di usia yang ke-24 tahun ini, saya percaya Parigi Moutong akan semakin matang, semakin mandiri, dan semakin siap menjadi bagian dari peta pembangunan Sulawesi Tengah yang lebih inklusif dan progresif,” ujarnya. (red)