Minggu, 31 Mei 2026

Peletakan Batu Pertama, Bupati Morowali: Masjid Harus Bersih

peletakan batu pertama di lahuafu bupati morowali masjid harus bersih
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf menyalami warga dalam kegiatan peletakan batu pertama pembangunan masjid di desa Lahuafu, Ahad (26/10/2025). Foto: IKP

Morowali, Teraskabar.id – Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan rumah ibadah dengan melakukan peletakan batu pertama Masjid Nurul Iman di Desa Lahuafu, Kecamatan Bungku Timur, Ahad (26/10/2025).

Tindakan simbolis peletakan batu pertama itu menandai dimulainya pembangunan masjid yang menjadi bagian dari program prioritas pemerintah daerah dalam memperkuat nilai keagamaan di setiap desa.

Dalam sambutannya, Bupati Iksan menjelaskan bahwa kegiatan peletakan batu pertama bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk tanggung jawab moral dan spiritual pemerintah dalam pembangunan sarana ibadah yang layak bagi masyarakat.

“Sejak awal kampanye, kami berkomitmen agar setiap desa memiliki satu masjid yang representatif. Itu janji kami kepada masyarakat,” ujar Iksan disambut antusias warga yang hadir.

Ia menegaskan bahwa pembangunan masjid merupakan bagian dari upaya mewujudkan keseimbangan antara pembangunan fisik dan spiritual masyarakat. Menurutnya, masjid bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga pusat pembinaan moral, sosial, dan kebersamaan umat.

“Saya ingin setiap masjid berdiri dengan megah, tetapi juga hidup dengan kegiatan keagamaan yang menumbuhkan nilai-nilai persaudaraan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Iksan juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan masjid. Ia menceritakan pengalamannya saat mengunjungi beberapa rumah ibadah yang kurang terawat.

“Kemarin saya sempat salat di salah satu masjid dan melihat kebersihannya tidak terjaga. Padahal sudah ada petugas yang ditugaskan. Ini harus dievaluasi,” tegasnya.

Ia memerintahkan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) untuk meninjau kembali sistem penempatan petugas kebersihan masjid agar sesuai dengan kebutuhan dan ukuran bangunan.

“Kalau masjidnya besar, ya petugasnya harus lebih banyak. Kalau kecil, dua orang saja cukup. Yang penting bersih dan nyaman,” ujarnya.

Lebih jauh, Bupati Iksan menekankan bahwa kebersihan masjid mencerminkan kualitas iman dan rasa hormat umat terhadap rumah Allah. Karena itu, tanggung jawab menjaga kebersihan tidak hanya berada di tangan petugas, tetapi juga seluruh jamaah yang menggunakan fasilitas tersebut.

  Dari menanam hingga memantau, PT Vale, TNI AL, dan masyarakat bersatu dalam aksi nyata untuk memulihkan laut Indonesia

“Masjid yang bersih akan membuat hati tenteram dan ibadah lebih khusyuk. Kebersihan adalah bagian dari iman, dan itu harus kita jaga bersama,” imbuhnya.

Melalui kegiatan peletakan batu pertama di Desa Lahuafu ini, Bupati Morowali berharap agar masyarakat tidak hanya antusias dalam pembangunan fisiknya, tetapi juga turut menjaga dan memakmurkan masjid setelah selesai dibangun.

“Kalau masjidnya megah tapi kotor, itu tidak ada artinya. Mari kita jadikan masjid ini tempat yang suci, bersih, dan hidup dengan kegiatan ibadah,” pungkasnya. (Ghaff/Teraskabar).