Kamis, 7 Mei 2026
Ekbis, Home  

Pengangguran di Sulteng Menurun, Serapan Kerja Lulusan SMK Meningkat

Pengangguran di Sulteng Menurun, Serapan Kerja Lulusan SMK Meningkat

Palu, Teraskabar.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) berhasil menekan angka pengangguran di awal tahun 2026. Berdasarkan data BPS, jumlah pengangguran di Sulteng tercatat 49.380 orang pada Februari 2026, turun  230 orang (0,46%) dibanding Februari 2025 yang tercatat sebanyak 49.610 orang

Trend penurunan angka pengangguran berlangsung lima tahun terakhir secara year on year yaitu sejak Februari 2022 hingga Februari 2026. Rinciannya, pada Februari 2022 tercatat 58.260 orang, Februari 2023 tercatat 55.800 orang, Februari 2024 mencapai 49.620 orang,  Februari 2025 sebanyak 49.610 orang, serta Februari 2026 tercatat 49.380 orang.

BPS melaporkan jumlah penduduk usia kerja di Sulawesi Tengah pada Februari 2026 mencapai 2.370.000 jiwa. Dari total penduduk tersebut, sebanyak 1.670.000 jiwa di antaranya merupakan angkatan kerja atau terjadi kenaikan sebesar 27.210 orang (1,65%) dibanding periode Februari 2025 tercatat angkatan kerja sebanyak 1.645.120 jiwa. Sedangkan bukan angkatan kerja (BAK) sebanyak 694.980 orang  atau naik 7.030 orang.

Dalam satu tahun terakhir, jumlah penduduk yang bekerja mengalami peningkatan, sementara pengangguran mengalami penurunan. Tingkat partisipasi angkatan kerja pada Februari 2026 mencapai 70,64%, meningkat dibanding Februari 2025 sebesar 70,51%. Peningkatan ini terjadi pada kelompok laki laki dan perempuan.

Tingkat partisipasi angkatan kerja kurun lima tahun mengalami fluktuasi, dimana pada Februari 2022 TPAK tercatat 70,86%, lalu secara bertutur-turut menurun pada Februari 2023 menjadi 70,19% dan 68,53% pada Februari 2024. Trend kenaikan TPAK kembali terjadi pada Februari 2025, tercatat 70,51% serta 70,64 pada Februari 2026.

Namun demikian, kesenjangan partisipasi kerja antara laki-laki dengan perempuan masih cukup tinggi. Partisipasi kerja laki-laki mencapai 85,85% sedangkan perempuan tercatat 54,63% atau terjadi selisih 31,22%. “Angka ini mencerminkan perbedaan mencolok partisipasi pada aktivitas ekonomi,” kata Kepala BPS Sulteng.

  Delapan Calon Anggota Bawaslu Sulteng Lulus Tes Tertulis dan Psikologi

Trend Positif Pasar Tenaga Kerja

Tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2026 tercatat 2,95%, menurun dibandingkan tahun lalu di mana tercatat 3,02%. Penurunan ini terjadi baik pada laki laki maupun perempuan.

Dalam lima tahun terakhir, tingkat penganggran menurun yang mencerminkan semakin membaiknya pasar tenaga kerja di Provinsi Sulawesi Tengah. Penyerapan tenaga kerja masih didominasi oleh sektor pertanian, perdagangan, dan industri. Sektor pertanian menyerap tenaga kerja sebesar 43,09% dan menurun dibanding Februari 2025 yang sebesar 44,56%. Disusul Perdagangan (11,87% menurun dibanding periode sebelumnya 12,71%), industri pengolahan (10,89% dan meningkat dibanding tahun sebelumnya 10,55%), administrasi pemerintahan (7,43) menurun dibanding periode sebelumnya (7,52). Sementara sektor lainnnya pada sektor modern seperti real state kontribusinya masih relatif kecil dalam penyerapan tenaga kerja yakni 0,20% dan jauh menurun dibanding tahun sebelumnya sebesar 0,41%.

Serapan Kerja Lulusan SMK Meningkat, Pengangguran di Sulteng Menurun

Trend masyarakat bekerja di sektor formal mengalami peningkatan selama Februari 2025 hingga 2026 sebesar 1,0 poin. Utamanya didorong oleh meningkatnya buruh/karyawan/pegawai dan berusaha dibantu buruh tetap yakni sebesar 20,7 puluh ribu orang.

Pada Februari 2026, distribusi penduduk bekerja masih didominasi oleh tamatan SD ke bawah (tidak/belum pernah sekolah/belum tamat SD/tamat SD), yaitu sebesar 35,17 persen. Walaupun demikian, jika dibandingkan dengan Februari 2025 penduduk bekerja tamatan SD ke bawah mengalami penurunan yaitu sebesar 2,20 persen poin. Distribusi penduduk bekerja menurut pendidikan pada Februari 2026 masih menunjukkan pola yang sama dengan Februari 2024 dan Februari 2025.

Dibandingkan dengan Februari 2025, penduduk bekerja lulusan SD ke bawah, dan Sekolah Menengah Atas mengalami penurunan, masing-masing sebesar 2,20 persen poin dan 0,91 persen poin. Lulusan SD ke Bawah pada Februari 2026 sebesar 35,17%, lebih rendah dibanding Februari 2025 yaitu sebesar 37,37%.

  IDI Sulteng Bukber, Ramadan 1447 Hijriyah Momen Perkuat Kekompakan

Sementara itu, penduduk bekerja dengan tingkat pendidikan Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Kejuruan, Diploma I/II/III, dan Diploma IV, S1, S2, S3 mengalami peningkatan.

Data BPS menyebutkan, pada Februari 2025, penduduk bekerja dengan tingkat pendidikan Sekolah Menengah Pertama sebanyak 16,12% dan meningkat tahun berikutnya menjadi 16,59%. Kondisi yang sama pada Diploma IV, S1, S2, S3 penduduk bekerja sebesar 11,40% pada Februari 2025, dan meningkat menjadi 12,12%. Selanjutnya, penduduk bekerja dengan tingkat Pendidikan Diploma I/II/III sebanyak 1,92% pada Februari 2025 dan meningkat menjadi 2,17% pada Februari 2026.

Peningkatan terbesar pada tingkat pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan, yaitu sebesar 1,67 persen poin, dari 5,90% pada Februari 2025 menjadi 7,57% pada Februari 2026.

Lonjakan penduduk berkerja pada tingkat Pendidikan SMK menunjukkan keberhasilan Program BERANI Kerja untuk menjembatani lulusan SMK dan sarjana dengan kebutuhan dunia kerja. Khusus untuk lulusan SMK, Pemprov Sulteng memberi perhatian tersendiri terhadap pengembangan program-program vokasi pada SMK yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. (red)