Relawan Anies Meradang, Merasa Dijebak

Ketua Relawan UMKM Anies Baswedan Sulteng, Salim Baculu juga angkat bicara terhadap pernyataan sikap mendukung Anies Baswedan berpasangan dengn AHY di Pilpres 2024 saat acara Dialog Rakyat yang dilaksanakan oleh Partai Demokrat di Tanaris Coffe Jalan Juanda Kota Palu, Selasa (28/2/2023).
Kehadirannya di Dialog Rakyat tersebut karena dalam undangan untuk mendengarkan AHY mengenai rencana koalisi partai untuk Pilpres 2024. Namun, dalam perjalanannya, telah disetting untuk pembacaan pernyataan sikap dukungan Anies Baswedan berpasangan dengan AHY yang dibacakan oleh Soemarno Wahab dengan mengklaim menggandeng 21 relawan.
Baca juga : Peluang Anies Menang Pilpres Besar jika Menggandeng AHY
Padahal, langkah yang ditempuh oleh Soemarno Wahab tersebut sama sekali tidak pernah dikoordinasikan kepada dirinya mengenai agenda pembacaan pernyataan sikap mendukung pasangan Anies-AHY di acara dialog tersebut. Hal ini membuat relawan Anies meradang.
“Bayangkan, selama dua jam kami berdampingan duduk dengan Soemarno di acara dialog itu, sama sekali tidak pernah ia sampaikan soal agenda pembacaan pernyataan sikap tersebut. Bahkan, dengan ketua Pembina Jaringan Anies Sulteng, Akhmad Sumarling yang berada tepat di samping Soemarno, tak pernah mendapat pemberitahuan soal itu. Ini artinya, kami (relawan) dijebak oleh Soemarno Wahab,” ujarnya.
“Jadi termasuk pembinanya juga dia (Soemarno) kelabui,” tambahnya.
Baca juga : Demokrat Sulteng Muscab Serentak, Siap Menghantarkan AHY Jadi Presiden
Makanya kata Salim Baculu, di kesempatan ini ia sampaikan penegasannya menolak keras atas pernyataan bahwa Relawan UMKM Anies se-Sulteng mendukung AHY sebagai calon wakil dari Anies Baswedan di kontestasi Pilpres 2024.
“Bukan ranah kami untuk mencampuri urusan calon pendamping Anies, kewenangan itu menjadi ranah partai koalisi. Kami hanya mengikut saja apa keputusan dari pusat,” ujarnya. (teraskabar)






