Senin, 22 Juni 2026

Sulteng Canangkan Program BERANI Bedah Rumah, Percepat Pengentasan Kemiskinan

Sulteng Canangkan Program BERANI Bedah Rumah, Percepat Pengentasan Kemiskinan

Donggala, Teraskabar.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) canangkan Program BERANI Bedah Rumah sebagai langkah konkret dalam percepatan pengentasan kemiskinan di daerah. Pencanangan program ini oleh Gubernur Sulteng Anwar Hafid, berlangsung di Desa Dalaka, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Ahad (12/04/2026).

‎Program BERANI Bedah Rumah menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang masih tinggal di rumah tidak layak huni. Salah satu penerima manfaat pertama adalah rumah milik Ibu Hasima (72), yang kini mulai dibangun ulang agar lebih layak, aman, dan sehat.

‎Tidak hanya di Donggala, program ini juga mulai bergulir secara perdana di sejumlah wilayah lain, seperti Kabupaten Tolitoli, Buol, dan Tojo Una-Una, sebagai langkah awal pemerataan pembangunan berbasis kebutuhan dasar masyarakat.

‎Dalam sambutannya, Gubernur Sulteng Anwar Hafid menegaskan bahwa Program BERANI Bedah Rumah merupakan simbol kehadiran negara yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

‎“Program BERANI Bedah Rumah ini adalah wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Kita ingin memastikan setiap warga Sulawesi Tengah, tanpa terkecuali, memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan sehat,” ujarnya.

‎Ia menekankan bahwa rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlindung, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas hidup keluarga.

‎“Kita percaya, rumah bukan sekadar tempat berteduh, tetapi tempat tumbuhnya harapan dan ruang bagi keluarga untuk membangun masa depan,” tambahnya.

‎Gubernur juga mengakui bahwa masih banyak masyarakat di Sulawesi Tengah yang hidup dalam kondisi hunian yang belum layak. Oleh karena itu, program ini dihadirkan sebagai solusi konkret yang langsung menyasar kebutuhan mendasar masyarakat.

‎“Kita tidak menutup mata bahwa masih banyak masyarakat yang tinggal di rumah yang belum layak. Karena itu, program ini hadir sebagai langkah nyata agar perubahan benar-benar dirasakan,” tegasnya.

‎Lebih lanjut, Anwar Hafid menjelaskan bahwa BERANI Bedah Rumah merupakan bagian dari komitmen besar pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, sekaligus menekan angka kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem.

‎“Kita ingin menekan angka kemiskinan dengan cara yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.

‎Melalui program ini, pemerintah berharap terjadi peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh, mulai dari aspek kesehatan, kenyamanan, hingga produktivitas keluarga.

‎“Lebih dari itu, kita berharap rumah ini membawa perubahan bagi penghuninya, lebih sehat, lebih nyaman, dan lebih produktif. Kita ingin anak-anak bisa belajar dengan tenang, keluarga hidup lebih layak, dan masa depan ditatap dengan optimistis,” ujarnyanya.

  Gubernur Sulteng Dorong Pembentukan Dinas Damkar dan Penguatan Peran Satpol PP

Sulteng Canangkan Program BERANI Bedah Rumah, Hasima Penerima Manfaat Perdana

Program BERANI Bedah Rumah menyasar salah satu ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Donggala. Kondisi rumah yang jauh dari kata layak menjadi alasan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) menyalurkan bantuan kepada Ibu Hasima, warga Desa Dalaka, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala.

Ibu Hasima menempati Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), rumah semi permanen berdinding kayu yang mulai lapuk dan atap rumbia yang telah bocor di beberapa titik.

Rumah berlantai tanah berukuran 3 x 5 meter yang terletak di tengah hamparan kebun kelapa itu menjadi pertimbangan utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) di bawah kepemimpinan Anwar Hafid, melakukan intervensi melalui Program BERANI Bedah Rumah. Program ini merupakan bagian dari BERANI Sejahtera, salah satu dari 9 Program BERANI yang difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui perbaikan RTLH.

Program BERANI Bedah Rumah tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga menghadirkan hunian yang layak, sehat, dan aman bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup sekaligus mengurangi angka kemiskinan di daerah.

Kisah Ibu Hasima menjadi salah satu contoh nyata sasaran program tersebut. Pemerintah ingin memastikan bahwa masyarakat seperti Ibu Hasima tidak lagi tinggal dalam hunian dengan kondisi yang tidak layak, melainkan memiliki tempat tinggal yang mampu menunjang kehidupan lebih baik.

Pemprov Sulteng menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan bukan hanya soal bantuan ekonomi, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk tempat tinggal yang layak. Melalui pendekatan ini, Program BERANI diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat di provinsi ini.

Dengan langkah konkret seperti Program BERANI Bedah Rumah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menunjukkan keseriusannya dalam membangun daerah yang lebih inklusif dan berkeadilan. Setiap rumah yang diperbaiki menjadi simbol hadirnya negara dalam menjawab kebutuhan rakyat serta membuka jalan menuju kehidupan yang lebih sejahtera. (red)

  Pembangunan Aula Polres Morowali Dimulai, Begini Pesan Pj Bupati Rachmansyah Ismail