Palu, Teraskabar.id – Walau masa kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Rusdy Mastura efektif hanya baru 2 tahun 9 bulan jika lihat dari masa siklus anggaran, namun mantan Wali Kota Palu dua periode ini mampu menorehkan berbagai prestasi membanggakan.
“Pak Cudy (panggilan akrab Rusdy Mastura) dihadapkan dengan tantangan yang kompleks tapi barhasil mengatasinya dan malah menorehkan prestasi,” kata Tenaga Ahli Gubernur Sulteng, Andika, kepada media ini, Ahad malam (9/6/2024).
Sederet prestasi yang berhasil diraih Gubernur Sulteng Rusdy Mastura pada periode kepemimpinannya bersama dengan wakilnya, Ma’mun Amir. Di antaranya, meningkatkan PAD dari Rp900 miliar menjadi Rp2 triliun, serta berhasil mengawal rehab rekon pasca bencana melanda Pasigala, 28 September 2018.
Baca juga: Begini Cara Gubernur Sulteng Tangani Kemiskinan Ekstrim
Prestasi berikutnya adalah kemiskinan ekstrim berhasil ditekan di Negeri Seribu Megalit ini, dari 3,02 persen pada tahun 2022, menjadi 1,44 persen di tahun 2023.
Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi Sulteng mampu mencapai dua digit yaitu 11 persen. Urutan pertama investasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada triwulan I tahun 2023 sebesar Rp28,8 Triliun. Bahkan, Kementerian Investasi/BPKM melalui Direktur Pengembangan Potensi Daerah, Suhartono, mengatakan, pertumbuhan ekonomi Sulteng jauh di atas pertumbuhan nasional. Dan, pertumbuhan ekonomi ini sangat erat kaitannya dengan realisasi investasi di daerah ini.
Pertumbuhan ekonomi Sulteng yang mencapai dua digit, berimbas pada penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), TPT Sulteng pada akhir 2023 berada di angka 2,95 persen, turun 0,05 persen dibandingkan dari tahun sebelumnya, yakni 3,75 persen. Hal ini karena di bawah kepemimpinan Rusdy Mastura, terjadi penyerapan 150 ribu tenaga kerja yang menjadi andil penurunan TPT.
“Menjelang penghujung jabatan periode pertama kepimpinan pak Rusdy Mastura, berhasil membangun 10 ruas jalan provinsi dan ini merata di berbagai kabupaten di Sulteng sehingga mempermudah akses transportasi menuju sentra produksi,” kata Andika.
Satu hal lagi yang patut diapresiasi, di bawah kepemimpinan Gubernur Sulteng Rusdy Mastura, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Tengah menyentuh angka 70,28 persen.
Paparan prestasi Gubernur Rusdy Mastura ini menjawab kritikan Anggota DPR RI Ahmad M Ali terkait Pertumbuhan ekonomi dan Kemiskinan di Sulawesi Tengah.
“Baik, kalau faktanya pertumbuhan ekonomi kita yang tinggi, tapi belum sejalan dengan tingkat kesejahteraan warga. Sekarang kita tanya, Pak Ahmad Ali itu kan dua periode jadi anggota DPR RI, dan istrinya ibu Nilam Sari Lawira adalah Ketua DPRD Sulteng, kontribusi mereka apa selama ini untuk Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Lebih lanjut Andika menjelaskan, Ahmad Ali dan istrinya Nilam Sari Lawira mungkin lupa, bahwa dia punya tanggung jawab yang sama atas situasi di Sulawesi Tengah.
Padahal seharusnya, anggota DPR RI dan Ketua DPRD bersinergi dengan pemerintah daerah. Membangun bersama dan saling memberi kontribusi, bukan malah menyalahkan kinerja eksekutif. (teraskabar)






