Sabtu, 16 Mei 2026
Home, News  

Kakanwil Kemenag Sulteng Ajak Tokoh Lintas Agama Rawat Toleransi Menuju Sulteng Nambaso

Kakanwil Kemenag Sulteng Ajak Tokoh Lintas Agama Rawat Toleransi Menuju Sulteng Nambaso
Gubernur Sulteng, Kakanwil Kemenag Sulteng, pengurus FKUB, serta para tokoh lintas agama di daerah hadir pada Diskusi Bertajuk NGOPI tentang Kerukunan, Jumat (15/05/2026). Foto: Humas Kemenag

Palu, Teraskabar.id – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar kegiatan diskusi bertajuk NGOPI (Ngobrol Pintar) tentang Kerukunan. Kakanwil Kemenag Sulteng Ajak tokoh lintas agama rawat toleransi pada momen pertemuan yang dikemas secara santai namun sarat makna.

​Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), pengurus FKUB, serta para tokoh lintas agama di daerah tersebut, Jumat (15/05/2026) ini menjadi momentum penting dalam memperkuat persatuan dan harmoni di tengah masyarakat yang majemuk. Pertemuan ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang dialog, tetapi juga menjadi sarana memperkokoh komitmen bersama untuk menjaga stabilitas sosial, membangun toleransi, serta menanamkan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.

​Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah, Junaidin, yang hadir sebagai salah satu pembicara utama, menegaskan esensi dari sebuah kerukunan. Menurutnya, kerukunan bukanlah upaya untuk menyeragamkan keyakinan masyarakat.

​”Kerukunan pada hakikatnya adalah keadaan hidup bersama yang dilandasi sikap saling menghormati, saling memahami, dan saling menjaga antar sesama, meskipun berbeda suku, agama, budaya, maupun pandangan. Kerukunan bukan berarti menyeragamkan keyakinan, tetapi menciptakan suasana damai di tengah perbedaan,” ujar Junaidin.

​Ia juga menambahkan bahwa Kementerian Agama saat ini menjadikan penguatan kerukunan umat beragama sebagai salah satu program prioritas. Hal ini tertuang dalam implementasi Asta Protas (Delapan Program Prioritas) Kementerian Agama, yang membuktikan bahwa kerukunan bukan sekadar slogan belaka, melainkan agenda strategis demi menjaga keutuhan bangsa.

Apresiasi FKUB, Kakanwil Kemenag Sulteng Ajak Tokoh Lintas Agama Rawat Toleransi

​Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenag Sulteng menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kontribusi nyata FKUB selama ini dalam merawat kerukunan di daerah. FKUB dinilai memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam menjaga harmoni kehidupan masyarakat Sulawesi Tengah yang plural.

  Hilal Awal Ramadan 1447 Hijriah Tak Terlihat di Marana Donggala, Ini Pesan Kakanwil Kemenag Sulteng

​Beberapa poin keberhasilan dan peran nyata FKUB yang disoroti meliputi, ​Jembatan Dialog yaitu menjadi wadah silaturahmi, komunikasi, dan penyelesaian berbagai persoalan keagamaan secara bijaksana dan damai. Pendekatan Humanis, yaitu Aktif dalam membangun saling pengertian melalui dialog lintas agama, mediasi persoalan sosial keagamaan, serta sosialisasi moderasi beragama. Selanjutnya​, Deteksi Dini Konflik, menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendeteksi dini potensi konflik dan membangun komunikasi yang sehat antar kelompok masyarakat.

​Semangat Kebhinekaan: Berhasil menjadi ruang bersama bagi para tokoh agama untuk duduk bersama membicarakan kepentingan umat dan bangsa di atas semangat persaudaraan.

​Lebih lanjut, Junaidin menegaskan bahwa kuatnya kerukunan umat beragama di daerah ini tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Daerah, khususnya Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah. Dukungan tersebut diwujudkan melalui internalisasi nilai-nilai spiritualitas oleh masing-masing pemeluk agama.

Nilai-nilai spiritualitas ini tercermin nyata dalam Program Berani Berkah, sebuah langkah strategis pemerintah daerah menuju Sulteng Nambaso (Sulawesi Tengah yang Besar dan Kuat).

​Menutup jalannya kegiatan, Kakanwil Kemenag Sulteng berharap agar diskusi “NGOPI” ini tidak berhenti sebagai wacana saja, melainkan mampu melahirkan komitmen bersama yang konkret.

​”Diskusi ini diharapkan dapat melahirkan komitmen bersama untuk terus merawat toleransi dan menjadikan kerukunan sebagai budaya hidup masyarakat, khususnya di Sulawesi Tengah, demi terwujudnya Indonesia yang damai, harmonis, dan sejahtera,” pungkasnya. (***/red)