Minggu, 6 September 2026
Daerah  

Anak Putus Sekolah di Parimo, Dikbud: Data BPS Tidak Update

Anak Putus Sekolah di Parimo, Dikbud: Data BPS Tidak Update

Parimo, Teraskabar.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) berupaya akan menuntaskan anak putus sekolah setiap tahunnya.

“Jadi prioritas kami dari tahun ke tahun akan menuntaskan anak putus sekolah,” kata Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar, Dikbud Parimo, Ibrahim di Parigi, Senin (29/1/2024).

Menurut Ibrahim, target untuk menuntaskan anak putus sekolah tidak terlalu signifikan. Sebab, hal tersebut, disesuaikan dengan jumlah anggaran yang ada.

Baca jugaSulteng Provinsi Ketujuh  Serahkan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir

“Target kami itu sebenarnya tidak terlalu signifikan. Pastinya, target disesuaikan dengan jumlah anggaran yang kita miliki,” ujarnya.

Meski demikian kata dia, kekurangan anggaran tidak menjadi kendala dalam menuntaskan anak putus sekolah di daerah itu.

“Soal anggaran minim tidak menjadi kendala, yang pasti setiap tahun itu ada tetap ada kita tuntaskan,” ujarnya.

Baca juga: Update Kasus Tertembaknya Pengunjuk Rasa di Parimo, Bripka H Ditahan Polda Sulteng

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) setempat kata Ibrahim, jumlah penduduk Kabupaten Parigi Moutong usia sekolah yang putus sekolah mencapai 17 ribu jiwa.

Namun, setelah pihaknya melakukan kroscek di Desa desa yang ada di wilayah tersebut, sehingga menurutnya ada kesenjangan dengan data yang ada di BPS.

Kesenjangan terjadi, karena BPS dimungkinkan masih menggunakan data lama atau data pada sensus beberapa tahun lalu dan tidak lagi ter-update.

“Setelah Dikbud turun ke desa desa tahun 2023, ternyata jumlah anak putus sekolah bukan 17 ribu. Jadi 17 ribu itu, ada yang sudah meninggal, ada sudah lansia, pindah domisili, bahkan ada yang tercatat belum masuk di usia sekolah,” ungkapnya.

Baca jugaWali Kota Palu Minta Kadis Dikbud Cari Solusi Tingkatkan Kesejahteraan Guru Honorer

  Bupati Buol Sarankan SMK 1 Tiloan Jadi Sekolah Spesialisasi Peternakan

Ia mengaku, mengenai angka anak putus sekolah di Kabupaten Parigi Moutong telah diseminarkan, di mana intervensinya selain ke pendidikan formal juga ke pendidikan kesetaraan atau non formal.

“Jadi, itu upaya upaya Dinas Pendidikan untuk menekan angka putus sekolah di daerah ini,” ujarnya. (teraskabar)