Senin, 18 Mei 2026
Ekbis, Home  

Aset Perbankan Sulteng pada TW I 2025, Secara Bulanan Terus Melambat

Aset Perbankan Sulteng pada TW I 2025, Secara Bulanan Terus Melambat

Palu, Teraskabar.id – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Bonny Hardi Putra menjelaskan, seluruh indikator perbankan di Sulawesi Tengah pada posisi 31 Maret 2025, mengalami pertumbuhan positif.  

“Secara year-on-year (yoy) posisi aset perbankan tercatat sebesar Rp77,87 triliun atau tumbuh 8,84 persen (yoy), dibanding periode yang sama pada 2024 sebesar Rp71,55 triliun,” kata Kepala OJK Sulteng Bonny Hardi Putra melalui siaran pers Perkembangan Sektor Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (30/5/2025).

Secara bulanan (m to m), berdasarkan rilis data OJK Sulteng per 31 Maret 2025, total asset perbankan pada Februari 2025 dibanding Maret 2025 mengalami penurunan. OJK mencatat, total asset perbankan pada Februari 2025 sebesar Rp78,17 Triliun, sedangkan pada Maret 2025 sebesar Rp77,87 Triliun, menurun Rp0,3 Triliun atau 0,38 persen.

Sejak Juli 2024, total aset perbankan secara bulanan mengalami kenaikan hingga di penghujung tahun 2024. Sebagaimana catatan redaksi, total aset perbankan pada Juli 2024 sebesar Rp71,70 Triliun, Agustus 2024 sebesar  Rp71,94 Triliun, September 2024 sebesar Rp73,58 Triliun, dan Oktober 2024 tercatat Rp75,63 triliun, November 2024 mencapai Rp76,44 Triliun, dan Desember 2024 sebesar Rp79,06 Triliun.

Selanjutnya, total asset perbankan memasuki awal tahun 2025, tepatnya pada Januari 2025 secara bulanan mengalami perlambatan yakni sebesar Rp78,24 Triliun dibanding di penghujung tahun 2024 sebesar Rp79,06 Triliun, kemudian kembali melambat pada Februari 2025 menjadi Rp78,17 Triliun, dan Maret 2025 kembali melambat menjadi Rp77,87 Triliun. Secara umum aset perbankan Sulteng pada TW I 2025 melambat.

Bonny Hardi menambahkan, Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Maret 2025, mengalami trend pertumbuhan secara YoY. OJK mencatat, pada Maret 2025 sebesar Rp36,82 triliun, dibanding periode yang sama pada 2024 sebesar Rp35,88 Triliun atau tumbuh 2,62 persen.

  Gubernur Anwar Hafid Awali Safari Ramadan di Masjid Agung Baiturrahim Kota Palu

Secara bulanan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) pada Maret 2025 sebesar Rp36,82 Triliun, melambat dibanding bulan Februari 2025 sebesar Rp36,96 Triliun, atau 0,38 persen. Kondisi DPK perbankan Sulteng di TW I 2025, sama dengan aset perbankan Sulteng pada TW I 2025.

Sementara itu, kinerja intermediasi perbankan terjaga pada level yang tinggi dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 160,54 persen dan tingkat rasio kredit bermasalah terkendali dengan non-performing loan 1,69 persen. (red/teraskabar)