PLN dan PLTA Poso Energi Mencoba Buat Hujan Buatan

Mengantisipasi krisis listrik berkepanjangan di Sulawesi Tengah di 2023 akibat pengaruh El Nino, PLTA Sulewana Poso mencoba teknologi hujan buatan yang secara ilmiah dikenal dengan istilah Teknologi Modifikasi Cuaca atau TMC menggunakan drone.
“TMC ini biasa disebut dengan hujan buatan,” kata Manager Development Poso Energi, Dr. Ismet.
Ismet menjelaskan, penggunaan TMC menggunakan drone tersebut merupakan kolaborasi antara PLTA Sulewana Poso dengan PLN.
Baca juga: JK: Tak Ada Satupun Tenaga Kerja Asing di PLTA Poso Energi
Secara teknis prosedur kerjanya adalah sebagai berikut. Flare berisi material berupa partikel garam akan dibawa pada ketinggian tertentu menggunakan drone. Setelah mencapai ketinggian tertentu, partikel garam bersifat higroskopis ini lantas dibakar untuk menyemai awan dan menciptakan hujan buatan. Langkah ini dilakukan berulangkali untuk menambah debit air danau Poso sebagai sumber utama air baku PLTA Sulawena.
Namun, sebelum melaksanakan teknologi tersebut, PLN bersama PT Poso Energi mengajukan izin pemanfaatan TMC via drone dengan terlebih dahulu meminta dukungan kepada Gubernur Sulteng Rusdy Mastura. Pihak PLN diwakili General Manager Unit Induk Penyaluran Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi, Jarot Setyawan. Sedangkan dari pihak PLTA Poso diwakili Manager Environment, Forestry and CSR PT Poso Energy, Irma Suriani. Keduanya didampingi sejumlah jajaran staf PLTA Poso dan PLN bertemu Gubernur Rusdy Mastura di ruang kerja gubernur, Kamis (5/10/2023).
Pengajuan izin pemanfataan TMC tersebut atas solusi yang ditawarkan oleh General Manager Unit Induk Penyaluran Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi untuk meningkatkan kembali kinerja PLTA Poso dalam memproduksi energi listrik.







