Solusi

Pengadaan energi Listrik berbasis energi baru terbarukan di Sulawesi Tengah masih bertumpu pada keberadaan PLTA Sulewana Poso. Sedangkan jangkauan distribusi energi listriknya untuk wilayah Sulteng, masih sebatas wilayah ibukota provinsi Sulteng dan tiga daerah penyanggah kota Palu. Yaitu, Kota Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong. Kabupaten Poso juga memperoleh suplai energi listrik karena memang lokasi PLTA Poso beroperasi serta perlintasan jalur transmisi ke kota Palu serta ke wilayah Selatan Sulawesi.
Kabupaten di luar dari kelima daerah itu, misalnya Morowali, Morowali Utara dan Tojo Unauna sebagai wilayah terdekat dari Kabupaten Poso, belum memperoleh pasokan energi listrik dari PLTA Sulewana Poso. Terlebih lagi, dua kabupaten yang berada di bagian utara provinsi ini, Tolitoli dan Buol, selama ini masih mengandalkan PLTD.
Baca juga: Pekan Ini, Presiden Jokowi Akan Resmikan PLTA Poso Energy
Sehingga, pemerintah perlu membuka pintu seluas-luasnya bagi investor yang berminat membangun PLTA di Sulteng. Rantai perizinan harus dipangkas dengan tetap mengacu pada aturan yang berlaku. Bukan sebaliknya, terkesan mempersulit investor sebagaimana yang pernah dialami Jusuf Kalla ketika mengurus dokumen perizinan Pembangunan PLTA Suluwena Poso. Mantan wakil presiden dua periode ini membutuhkan waktu 5 tahun, hanya untuk selembar surat izin.
Presiden Jokowi kala mendengar pengakuan JK saat memberi sambutan pada peresmian Mega Proyek PLTA Energy Poso, di Sulewana, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, dan PLTA Malea Energy di Toraja, Sulawesi Selatan, Jumat (25/2/2022), mengaku kaget.
Sehingga, Presiden Jokowi memberi penekanan kepada para birokrat, terutama kepada PLN agar tidak terulang kejadian seperti yang dialami manajamen Kalla Group saat mengurus perizinan pembangunan PLTA di Sulewana, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Presiden Jokowi mengatakan, sesuai penjelasan Jusuf Kalla bahwa saat akan membangun PLTA Poso Energy di Sulewana Poso, Kalla Group sampai membutuhkan waktu 5 tahun untuk proses negoisasi perizinannya.
Penekanan Presiden Jokowi tersebut, harus menjadi perhatian pemerintah terkait rencana investor membangun PLTA Bongka di Tojo Unauna dan PLTA Lobu Dolom di Kabupaten Banggai. Pengalaman Kalla Group saat mengurus perizinan PLTA Sulawena Poso jangan sampai terulang. Sebab, selain kebutuhan energi listrik di Sulteng, desakan global terhadap penggunaan energi hijau atau energi baru terbarukan (EBT) semakin mengemuka. (teraskabar)







