Pemadaman Bergilir, Biaya Operasional Perusahaan Industri Meningkat
Pemadaman bergilir berdampak bukan saja pada aktivitas perkantoran, tetapi juga pada perusahaan industri yang beroperasi di wilayah Kota Palu, Sigi, Donggala, Parigi Moutong dan Poso.
Ketua Shrimp Sulawesi, Dr. Hasanuddin Atjo menegaskan, pemadam bergilir oleh PLN berdampak terhadap usaha cold storage, pabrik es dan usaha tambak udang semi dan intensif yang menggunakan pompa dan kincir air untuk suplai oksigen. Biaya operasional yang harus dikeluarkan oleh pihak pengusaha membengkak hingga hampir setengahnya.
Sebagai ilustrasi kata mantan kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulteng ini, kalau daya listrik terpasang 66 KVa, maka biaya bebannya mencapai Rp4 Juta.
“Dipakai maupun tidak dipakai, pelanggan harus membayar biaya beban sebesar Rp4 juta jika daya listrik terpasang 66 KVa,” ujarnya.
Bila penggunaannya secara penuh, maka biaya pemakaian daya per bulan sebesar Rp29 Juta, ditambah biaya beban sehingga totalnya mencapai sekitar Rp33 Juta.
Baca juga: Belum Ada Pasokan Listrik PLTA Poso ke Morowali, JK Ungkap Penyebabnya
Namun kata pengusaha tambak udang Vanamei ini, pemadaman bergilir yang hampir setiap hari terjadi dengan durasi rata rata lama pemadaman sekitar 3 jam, maka pengusaha harus menambah biaya pengeluaran sebesar Rp6 Juta hingga Rp7 Juta per bulan, untuk pembelian BBM Solar non subsidi. Sementara pembayaran tagihan PLN tidak berkurang signifikan.
“Keluhan dari beberapa pengguna daya besar kepada PLN terkait dengan pelayanan yang kadang tidak kompromi. Bila pelanggan PLN terlambat satu dua hari, maka dapat ancaman untuk diputus alirannya. Padahal pelanggan tidak pernah protes atas pelayanan yang kurang karena sering padam,” ujarnya.
Dihubungi terpisah, Kepala UPT Pelabuhan Perikanan wilayah I Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulteng, H. Muchlis mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, pemadaman bergilir akan berpengaruh pada biaya operasional cold storageatau ruangan yang dirancang khusus dengan kondisi suhu tertentu untuk menyimpan berbagai macam produk dengan tujuan untuk mempertahankan kesegarannya.
Pengelolah cold storage harus mengeluarkan biaya tambahan berupa biaya BBM solar non subsidi untuk pemakaian genset agar udang atau ikan yang diolah (dibekukan) tidak rusak.
“Memang kalau mati lampu akan berpengaruh pada biaya operasional, biasanya kalau pakai genset untuk cold storage kapasitas 200 ton menggunakan kurang lebih 35 liter solar per jam. Nah, kalau pemadaman listrik hingga berjam-jam, berapa biaya pembelian solar yang harus kami keluarkan,” kata H. Muchlis yang menangani 2 Pelabuhan Perikanan yaitu PPI di Desa Labuan Bajo Kabupaten Donggala dan PPP Ogotua di Desa Ogotua, Kecamatan Dampal Utara, Kabupaten Tolitoli.
Untuk diketahui, di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong pada 2023 terdapat 57 perusahaan industri skala besar dan sedang, sebagaimana dikutip dari data BPS Provinsi Sulteng. Rinciannya, kota Palu terdapat 40 perusahaan industri, Kabupaten Donggala 15 perusahaan industri, Kabupaten Parigi Moutong 2 perusahaan industri.
Direktori Perusahaan Besar dan Menengah per Kabupaten/Kota
No Kode kab/kota Kab/kota Jml Perusahaan
1 7201 Banggai Kepulauan –
2 7202 Banggai 8
3 7203 Morowali 44
4 7204 Poso 1
5 7205 Donggala 15
6 7206 Tolitoli 8
7 7207 Buol 1
8 7208 Parigi Moutong 2
9 7209 Tojo Unauna –
10 7210 Sigi –
11 7211 Banggai Laut 1
12 7212 Morowali Utara 4
13 7213 Kota Palu 40
Total 124
*Sumber BPS Provinsi Sulteng







