Selasa, 4 Agustus 2026
Home, News  

Gubernur Sulteng Harap HIPKA Jadi Pengusaha Berani, Kendala Modal Alasan Klasik

Gubernur Sulteng Harap HIPKA Jadi Pengusaha Berani, Kendala Modal Alasan Klasik
Gubernur Sulteng, Dr. Anwar Hafid saat membuka secara resmi Muswil BPW HIPKA Sulteng Tahun 2025 dan Forum Bisnis HIPKA sekaligus pelantikan pengurus HIPKA se-Sulawesi Tengah, yang digelar di Hotel Santika Palu, Sabtu (1/11/2025). Foto: Biro Adpim

Palu, Teraskabar.id – Peluang usaha di Sulawesi Tengah (Sulteng) saat ini terbuka lebar bagi para pengusaha muda yang memiliki keberanian dan jiwa enterpreneurship. HIPKA sebagai wadah tempat berhimpunnya alumni HMI yang bergerak di dunia usaha, ditantang untuk berani dan mampu beradaptasi terhadap dinamika global  

“ Pengusaha sejati adalah mereka yang berani mengambil risiko, berani berintegritas dan berani berkah bagi sesama,” kata Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Dr. Anwar Hafid saat membuka secara resmi Musyawarah Wilayah (Muswil) Badan Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Sulawesi Tengah Tahun 2025 dan Forum Bisnis HIPKA sekaligus pelantikan pengurus HIPKA se-Sulawesi Tengah, yang digelar di Hotel Santika Palu, Sabtu (1/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri Sekjen Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPKA, Ahmad Muntaha, Ketua HIPKA Sulteng Demisioner Yunan Lampasio, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng, tokoh Korps Alumni HMI (KAHMI), serta para pengusaha muda dari berbagai kabupaten/kota. Forum ini menjadi ajang regenerasi kepengurusan HIPKA Sulteng sekaligus wadah memperkuat jejaring bisnis dan sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan sektor strategis daerah.

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid menegaskan, kini eranya para pengusaha dituntut harus memiliki keberanian di tengah ketatnya persaingan dunia usaha.  “Memang sekarang jamannya berani, kalau orang tidak berani hari ini, percaya kita akan ketinggalan, bukan karena jargon saya adalah berani, tapi memang berani dibutuhkan. Pengusaha kalau tidak berani, selesai, di rumput rumput tempatnya,” ujar Gubernur Anwar disambut tepuk tangan riuh dari ratusan peserta yang hadir.

Untuk membuktikan kebenarannya, Gubernur Anwar mempersilakan mengkonfirmasi langsung kepada para pengusaha yang kini sudah sukses, mereka pasti memulai dengan keberanian.

  Amankan Rekapitulasi Suara Pemilu 2024, Puluhan Personel Polisi Disiagakan di KPU Parimo

“Mudah mudahan semua pengusaha HIPKA ini adalah pengusaha berani. Tidak bisa berkembang usahanya kalau tidak berani. Hanya orang berani yang bisa berkembang,” tegasnya.

HIPKA ke depan tambahnya,  memiliki peran yang sangat strategis dalam bermitra dengan pemerintah untuk pembangunan daerah.

Gubernur Sulteng Siap Berbagi Ide

Gubernur Anwar Hafid pada kesempatan tersebut mengakui kalau dirinya bukan tipe kepala daerah yang mengandalkan retorika dalam kepemimpinannya. Ia lebih respek dan membuka diri untuk berbagi ide dan gagasan dalam membuka peluang usaha demi kemajuan daerah.

“Kalau ada teman-teman yang punya ide dan gagasan, coba datang ke saya, supaya iklim usaha ini bisa lebih baik. Saya menyiapkan waktu sesudah salat subuh hingga pukul 6.00 Wita untuk bertemu langsung dengan masyarakat tanpa mekanisme keprotokoleran dan juga tanpa harus membuat janji terlebih dahulu,” ujarnya.

Anwar Hafid mengungkapkan, untuk membangun Sulawesi Tengah, tidak mungkin melulu hanya mengandalkan sumber pembiayaan dari APBD dan APBN. Misalnya, untuk APBN seluruhnya direct ke masyarakat dan sudah memiliki ploting pembiayaan.

Begitu halnya dengan dana APBD. Jika para pengusaha hanya berharap pada proyek yang sumber pendanaannya dari APBD, Gubernur Anwar menyarankan agar berpikir ulang untuk terjun menjadi pengusaha. Sebab, mekanisme dan pertanggungjawabannya cukup rumit.

Menurut Gubernur Anwar, Program Makan Begizi Gratis (MBG) contoh konkret dari ploting pembiayaan dana APBN yang direct ke masyarakat. Akan tetapi, bila pengusaha jeli melihat peluang usaha dalam program ini, maka akan menjadi prospek bisnis yang sangat menjanjikan. Potensi usahanya sangat besar. Mulai dari pengadaan beras, telur hingga lauknya. Namun, masih banyak para pengusaha lokal yang masih ragu alias tidak berani untuk menangkap peluang bisnis tersebut.

  Tindaki Giat Penambangan Disinyalir Ilegal, Yasir Apresiasi Kinerja Polres Morowali

“Makanya kalau sudah terbentuk kepengurusan BPW HIPKA Sulawesi Tengah ini nantinya, diperbanyak kegiatan peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan enterpreneurship, ini yang paling penting karena persaingan bisnis era globalisasi ini semakin ketat dan menuntut inovasi. Kalau persoalan modal dan sebagainya, ini permasalahan klasik, saya tidak melihat itu sebagai suatu kendala,” kata Anwar Hafid.

Bagi pengusaha yang terbentur persoalan permodalan, Gubernur Anwar Hafid, menawarkan solusi untuk mengatasi kendala tersebut. Menurutnya, Sulawesi Tengah ini memiliki Bank Pembangunan Daerah dan Pemerintah Provinsi salah satu pemegang saham di bank tersebut. Sehingga, dalam kapasitas sebagai pemegang saham, Gubernur Sulteng bersedia memberikan rekomendasi untuk pengajuan usulan kredit di Bank Sulteng dengan komitmen Berani Berintegritas.

“Sulteng ini punya bank, BPD, kalau ada pengusaha yang ingin ambil kredit BPD, datang ke saya dan saya siap memberikan rekomendasi ke Bank Sulteng dalam kapasitas sebagai pemegang saham, jadi persoalan modal bukan lagi jadi masalah sekarang,” tegasnya.

Olehnya, Gubernur Sulteng harap HIPKA, termasuk kepada para pengusaha di daerah ini untuk terus meningkatkan kapasitas karena persaingan di dunia usaha makin ketat. Persaingan dunia usaha saat ini bukan lagi pada sisi kuantitas, tapi dari sisi kualitas.

Gubernur Sulteng Dorong HIPKA Penguatan Kapasitas

Gubernur Sulteng harap HIPKA untuk berperan aktif dalam mendukung berbagai program strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, termasuk peningkatan kualitas SDM dan investasi daerah. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus membuka ruang bagi dunia usaha, khususnya sektor pertanian, industri hilir, dan UMKM, agar menjadi pilar utama penggerak ekonomi Sulawesi Tengah.

“Investasi adalah harapan besar kita ke depan. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan para pengusaha. Saya yakin HIPKA Sulteng mampu melahirkan pengusaha-pengusaha tangguh yang berani melangkah untuk kemajuan daerah,” kata Anwar Hafid.     

  25 UMKM di Sulteng Siap Menjangkau Pasar Lebih Luas

Sebelum mengakhiri sambutan lepasnya, Gubernur Anwar Hafid  berkomitmen, siap mendorong dan mendukung para pelaku usaha  dan pelaku UMKM di Sulawesi Tengah untuk menerobos peluang usaha yang kemungkinan terkendala sistem birokrasi. Gubernur Sulteng harap HIPKA menangkap peluang tersebut.

“Jadi ini jaminan saya untuk teman teman semua yang ada di HIPKA. Kalau ada apa apa, sampaikan kepada saya, sebagai gubernur apa yang bisa saya lakukan. Satu kata yang saya pegang saat ini, demi rakyat Sulawesi Tengah dan kemajuan daerah ini, mari kita berjuang bersama sama, karena hanya itu harapan kita satu satunya saat ini, tidak ada harapan lain,” ungkapnya.    

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen, siap berkolaborasi dan bersinergi dengan para pengusaha untuk meningkatkan iklim dunia usaha di daerah ini.

HIPKA Wadah Pengusaha Nasib

Sekjen Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPKA, Ahmad Muntaha. Foto: Teraskabar.id

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 8 persen. Kondisi ini memberi peluang bagi dunia usaha untuk tumbuh dan sekaligus melahirkan pengusaha pengusaha baru terutama di daerah.

Pengusaha daerah dari keluarga HMI kalau memiliki jiwa enterpreneur, tentu akan memberi kontribusi besar bagi ummat dan daerah.

“Kalau kader kader HMI jadi pengusaha kaya, tentu akan banyak berkahnya bagi daerah karena dananya tak akan lari ke mana mana,” kata Sekjen Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPKA, Ahmad Muntaha.

Ia berharap, dari kegiatan ini banyak lahir pengusaha pengusaha baru  dari kader kader HMI. Menurutnya, pengusaha pengusaha di HIPKA berlatar belakang pengusaha nasib, bukan pengusaha nasab, jadi pengusaha karena warisan dari orangtuanya atau karena keturunan pengusaha. (red/teraskabar)