Senin, 10 Agustus 2026

Kuliah Tanpa Cemas, Komitmen Bupati Iksan Permudah Beasiswa Mahasiswa Morowali

Kuliah Tanpa Cemas, Komitmen Bupati Iksan Permudah Beasiswa Mahasiswa Morowali
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abd Rauf. Foto: Istimewa

Morowali, Teraskabar.id – Di tengah derasnya arus tantangan pendidikan tinggi, satu keputusan sederhana bisa menjadi penyelamat harapan. Itulah yang dilakukan oleh Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abd Rauf, di hadapan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ia menegaskannya dengan suara yang mantap penuh keyakinan.

“Mulai sekarang, proses pencairan beasiswa mahasiswa tidak lagi panjang dan rumit. Cukup pastikan mereka masih aktif kuliah. Itu saja,” tegas Iksan dalam rapat koordinasi yang digelar, Rabu (11/6/2025).

Bupati muda ini tahu betul, bahwa perjuangan untuk menuntut ilmu tak seharusnya terhalang oleh tumpukan dokumen dan birokrasi yang melelahkan. Ia tak ingin anak-anak Morowali menyerah pada impian hanya karena administrasi yang kaku.

“Contohnya, jika ada mahasiswa semester 8 yang hampir selesai, kami tidak akan meminta banyak persyaratan. Cukup surat keterangan aktif dari kampus, diserahkan ke Dinas Pendidikan, lalu kami langsung bayarkan,” jelasnya.

Langkah ini bukan hanya soal efisiensi, tapi soal rasa empati. Iksan melihat beasiswa bukan sekadar bantuan, tetapi tali pengikat antara pemerintah dan mimpi-mimpi generasi muda Morowali.

Satu lagi hal yang disoroti Iksan adalah fleksibilitas. Tak ada lagi batasan bank tertentu, tak ada lagi diskriminasi lokasi. “Mahasiswa di Surabaya, Yogyakarta, atau Kendari pun tidak akan kesulitan dalam penyalurannya,” katanya.

Kini, cukup dengan surat aktif kuliah dan nomor rekening bank apa pun, mahasiswa dari semester 2 hingga akhir akan tetap bisa mendapatkan haknya. Tak perlu lagi pulang kampung hanya untuk mengurus berkas, masa depan bisa terus dijemput dari mana pun mereka menimba ilmu.

Bupati Iksan juga tidak melupakan mahasiswa baru. Namun, ia menetapkan satu syarat utama: telah berdomisili di Morowali minimal dua tahun, dengan data kependudukan yang jelas.

  Pemkot Palu Salurkan Bantuan Kemanusiaan Peduli Bencana Banjir kepada Pemprov Aceh

“Ini bukan pembatasan, melainkan bentuk verifikasi yang adil agar bantuan tepat sasaran,” katanya. Dan lebih dari itu, Iksan menyampaikan visi besar yang menggetarkan hati, bahwa beasiswa ini tidak mengenal batas ekonomi.

“Semua mahasiswa harus bisa mendapatkan beasiswa ini, tidak peduli apakah dia dari keluarga kaya atau miskin. Semua harus sama rata,” ujarnya sambil tersenyum.

Langkah progresif ini menunjukkan bahwa bagi Bupati Iksan, pendidikan bukan hanya prioritas, tetapi fondasi masa depan Morowali. Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar tak ada lagi mahasiswa yang putus kuliah karena terkendala biaya, agar setiap anak Morowali bisa terus berjalan di jalan terang pendidikan. (Ghaff/Teraskabar)