Kolaka, Teraskabar.id – Dukungan terhadap keberadaan kawasan proyek PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara terus mengalir. Kehadiran PT Vale IGP Pomalaa yang memberi dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah setempat jadi alasan dukungan dari berbagai pihak.
Komisaris MIND ID sekaligus Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kapolri, Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si., mengatakan semenjak adanya industri pertambangan nikel di Kabupaten Kolaka, telah terjadi dampak ikutan. Misalnya, di bisnis kuliner, dampak ikutannya terlihat dengan bertumbuhnya warung makan dan kafe. Bisnis ini tumbuh dengan omzet yang bisa mendongkrak pendapatan warga setempat.
Sektor pariwisata juga merasakan multiplayer efek dari kehadiran Proyek Strategis Nasional (PSN) ini di Kolaka, di mana hotel dan penginapan terus bertambah jumlahnya. Termasuk sector jasa angkutan tumbuh bak cendawan di musim penghujan.
Keberadaan industri ini juga membuka kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal di daerah ini. “Penyerapan tenaga kerja sungguh luar biasa,” kata Komisaris MIND ID, Fadil Imran, saat kunjungan kerja ke kawasan Proyek PT Vale Indonesia di Kabupaten Kolaka.
Dalam kunjungan tersebut, Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran hadir bersama Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin, jajaran manajemen PT Vale, antara lain Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer Budiawansyah dan Chief Project Officer Muhammad Asril, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Turut hadir Kapolda Sulawesi Tenggara Irjen Pol. Himawan Bayu Aji, Pangdam Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala, Bupati Kolaka H. Amri, Kapolres Kolaka AKBP Yudha Widyatama Nugraha .Danrem 143/Halu Oleo Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto, serta Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara Sugeng Riyanta.
Multiplayer efek atas kehadiran proyek strategis PT Vale tersebut menjadi bagian dari manfaat yang dirasakan oleh masyarakat dan daerah.
“Masyarakat sangat berterima kasih. Ini kedua kali saya ke sini. Saya juga mendengarkan dari Pak Bupati bahwa dengan adanya kawasan industri [dan kehadiran PT Vale], memberikan dampak ikutannya, mulai dari bisnis truk, kuliner, wisata, hotel, dan sebagainya, termasuk penyerapan tenaga kerja,” ujarnya.
Karena itu, Fadil Imran mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung keberadaan industri yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Ia menekankan agar menghindari membuat kegaduhan yang akhirnya berdampak pada nama daerah, bahkan nama baik Indonesia di mata global.
“Semua persoalan bisa diselesaikan asal hati jernih, pikiran jernih, dan tujuannya untuk kemajuan bersama. Menjaga kondusivitas iklim investasi itu nomor satu dan MIND ID tegaskan dukungan penuh atas komitmen tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kolaka H. Amri, S.STP., M.Si mengakui kehadiran PT Vale IGP Pomalaa yang menjadi bagian dari proyek hilirisasi nasional, telah memberi banyak efek domino secara positif bagi Kabupaten Kolaka. Menurutnya, tingkat pengangguran di Kabupaten Kolaka mengalami tren penurunan secara signifikan semenjak kehadiran PT Vale IGP Pomalaa. Angka penurunannya mencapai 1,8 poin. Kini angka pengangguran di Kabupaten Kolaka sebesar 2,25%.
“Turunnya 1,8 poin, luar biasa,” ujar Bupati H. Amri. Serapan tenaga kerja di PT Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP), kawasan industry yang dikelola PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI) – hasil patungan PT Vale bersama mitra globalnya – jadi salah satu faktor berkurangnya angka pengangguran di daerah ini.
Angka kemiskinan juga mengalami tren penurunan, imbas dari perputaran ekonomi yang sangat luar biasa di daerah ini.
Bupati H. Amri mengakui bahwa masyarakat di daerah ini tak pernah membayangkan Desa Oko Oko akan tumbuh pesat imbas dari kehadiran PSN di Kolaka.
Olehnya, Bupati H. Amri berharap para pengusaha lokal bisa dilibatkan dalam proyek PSN ini. “Kita mendorong agar supaya pengusaha – pengusaha bisa terlibat dengan keberadaan Proyek Strategis Nasional (PSN) ini. Ia berharap kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah daerah bisa terus terjalin dalam menjaga iklim investasi sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan daerah. “Kerjasama, kolaborasi itu yang kita harapkan,” ujarnya. (red)






