Minggu, 9 Agustus 2026

Jasa TKBM dan Pedagang Antarpulau di Tolitoli Jadi Atensi DPRD

Jasa TKBM dan Pedagang Antarpulau di Tolitoli Jadi Atensi DPRD
Anggota DPRD Kabupaten Tolitoli, Jemi Yusuf. Foto: Tim

Tolitoli, Teraskabar.id – Jasa Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dan pedagang antarpulau di Kabupaten Tolitoli jadi perhatian DPRD setempat. Persoalan yang muncul di lapangan dinilai perlu diselesaikan melalui komunikasi dan kesepahaman bersama.

Hal itu mengemuka dalam hearing DPRD Kabupaten Tolitoli bersama pelaku usaha pedagang antarpulau dan penyedia jasa TKBM, Jumat (7/08/2026).

Anggota DPRD Kabupaten Tolitoli, Jemi Yusuf, mengatakan persoalan antara pelaku usaha dan penyedia jasa bongkar muat, tidak boleh dibiarkan berkembang menjadi hambatan bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurutnya, perdagangan antarpulau memiliki posisi penting karena menjadi salah satu jalur pemasaran berbagai komoditas dari Tolitoli ke luar daerah. Distribusi barang melalui jalur laut telah membuka konektivitas Tolitoli dengan sejumlah daerah di Kalimantan.

Salah satunya melalui pelayaran kapal Pelni Sabuk Nusantara yang menghubungkan Tolitoli dengan Tarakan, Kalimantan Utara, serta wilayah lainnya di Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur. Konektivitas tersebut membuat arus barang dan jasa bergerak. Dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku perdagangan.

Petani, nelayan, peternak, pelaku UMKM, pekerja bongkar muat hingga masyarakat secara luas ikut berada dalam rantai ekonomi tersebut.

“Arus distribusi barang dan jasa ini menciptakan putaran roda ekonomi dan pertumbuhan,” kata Jemi.

Persoalan Anatara Jasa TKBM dan Pedagang Antarpulau Menghambat Distribusi Komoditas

Karena itu, ia berharap setiap persoalan yang muncul dalam proses distribusi dapat diselesaikan secara proporsional. “Jangan sampai persoalan antarpelaku usaha justru menghambat distribusi komoditas masyarakat,” tekan Anleg Partai Golkar itu.

Jemi mengatakan wilayah Kalimantan sebagai salah satu pasar potensial bagi produk komoditi di Kabupaten Tolitoli.

Meningkatnya permintaan pasar di wilayah tersebut membuka peluang bagi komoditas pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan untuk dipasarkan lebih luas. Kondisi itu harus dimanfaatkan sebagai peluang ekonomi.

  Paman Garap Ponakannya Berulang Kali hingga Hamil di Banggai

Menurut Jemi, semakin luas pasar yang tersedia, semakin besar pula peluang masyarakat meningkatkan produksi. “Terbukanya pasar komoditas pertanian, peternakan dan perikanan melalui jalur laut sangat menunjang dan menopang sektor pertanian dan perikanan di Tolitoli,” ujarnya.

Ia menilai, terbukanya pasar komoditas sama halnya dapat memperluas pasar yang akan memperkuat rantai distribusi produk lokal. (tim)