Minggu, 14 Juni 2026

Lebaran Ketupat di Harapan Jaya Morowali, Muryanto: Menjaga Tradisi, Merawat Kebersamaan

lebaran ketupat di harapan jaya morowali muryanto menjaga tradisi merawat kebersamaan
Kepala Desa Harapan Jaya, Muryanto bersama tokoh masyarakat dalam perayaan Lebaran Ketupat, Sabtu (28/3/2026). Foto: Ghaff

Morowali, Teraskabar.id– Lebaran Ketupat di Harapan Jaya berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan di Masjid Darul Muttaqin, Desa Harapan Jaya, Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Sabtu (28/3/2026). Warga datang berbondong-bondong untuk merayakan tradisi tahunan tersebut dengan penuh suka cita.

Warga memadati area masjid sejak pagi hari. Mereka membawa aneka hidangan khas yang tertata rapi di atas karpet. Suasana hangat terasa saat masyarakat saling menyapa, berbagi cerita, dan menikmati kebersamaan. Tawa dan canda terdengar di berbagai sudut, menciptakan nuansa kekeluargaan yang begitu kental.

Kepala Desa Harapan Jaya, Muryanto menegaskan bahwa Lebaran Ketupat di Harapan Jaya bukan sekadar perayaan, tetapi juga bentuk komitmen masyarakat dalam menjaga tradisi leluhur yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

“Tradisi ini harus terus kita jaga. Ini bukan hanya soal makanan, tetapi tentang kebersamaan, persaudaraan, dan nilai gotong royong,” ujar Muryanto.

Ia juga mengajak seluruh warga untuk terus melestarikan nilai-nilai budaya yang telah menjadi identitas masyarakat desa eks Transmigrasi tersebut. Menurutnya, tradisi ini mampu memperkuat hubungan sosial sekaligus menjadi ruang silaturahmi yang efektif.

Lebaran Ketupat di Harapan Jaya: Simbol Kebersamaan Warga

Dalam perayaan Lebaran Ketupat di Harapan Jaya, warga tidak hanya menikmati hidangan, tetapi juga mempererat hubungan sosial antar sesama. Ketupat dan aneka lauk menjadi simbol kebersamaan yang menyatukan seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang.

Kehadiran berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, menunjukkan kuatnya ikatan sosial di desa tersebut. Semua warga larut dalam suasana penuh kehangatan dan kebahagiaan. Mereka duduk bersama, makan bersama, dan saling berbagi cerita kehidupan sehari-hari.

Melalui Lebaran Ketupat di Harapan Jaya, masyarakat berharap tradisi ini tetap lestari dan menjadi perekat persatuan di tengah perubahan zaman. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan rasa saling memiliki di antara warga.

  Generasi Z dan Milenial Sangat Antusias Hadiri Deklarasi BERANI di Tolitoli

Perayaan yang berlangsung sederhana namun penuh makna ini kembali menegaskan bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama dalam kehidupan bermasyarakat. Warga pun berkomitmen untuk terus menjaga tradisi ini agar tetap hidup dan berkembang di masa mendatang.

Makna Lebaran Ketupat

Lebaran Ketupat (Kupatan) adalah tradisi budaya Jawa yang dirayakan seminggu setelah Idul Fitri (8 Syawal). Tradisi yang diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga ini menjadi simbol rasa syukur, permohonan maaf (ngaku lepat), serta penguat silaturahmi melalui kebiasaan berbagi hidangan ketupat.

Di Morowali, tradisi ini juga terus hidup dan dilaksanakan oleh warga eks transmigrasi yang berasal dari Pulau Jawa. Mereka menjaga warisan budaya tersebut sebagai bagian dari identitas sekaligus perekat kebersamaan di tanah perantauan. (G).