Rabu, 29 Juli 2026
Home, Umum  

Istri Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Palu Jalani Operasi di RS Bhayangkara

Istri Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Palu Jalani Operasi di RS Bhayangkara
Korban selamat insiden pembunuhan satu keluarga di Jalan PDAM Kelurahan Duyu, Kota Palu. Foto: Fitra

Palu, Teraskabar.id – Duka mendalam menyelimuti Kota Palu pasca-tragedi pembunuhan satu keluarga di Jalan Sungai Manonda Lorong PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga. Nur Hanisa (23), satu-satunya korban selamat dari peristiwa naas pada Ahad malam (26/7/2026) itu, kini tengah berjuang di meja operasi. Istri korban pembunuhan satu keluarga ini menjalani operasi di RS Bhayangkara Palu.

Sejak pukul 12.00 Wita, tim medis melakukan tindakan kritis untuk menangani luka sabet di leher Nur Hanisa yang nyaris mengenai urat nadi. Jika terlambat sedikit saja, pendarahan hebat bisa merenggut nyawanya. Hingga berita ini diturunkan, operasi masih berlangsung, menegangkan hati seluruh keluarga yang menunggu di luar ruang bedah.

Di tengah kesedihan yang mencekam, ada secercah harapan dari sisi kemanusiaan. Pihak keluarga mengungkapkan bahwa seluruh biaya perawatan Nur Hanisa telah dicover penuh oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Langkah cepat Gubernur Anwar Hafid ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk meringankan beban korban kejahatan yang keji.

“Kami sangat bersyukur atas perhatian Bapak Gubernur. Saat ini fokus kami hanya satu: semoga Nur Hanisa selamat,” ujar salah seorang anggota keluarga kepada awak media.

Namun, di balik simpati publik, keluarga korban merasa terluka oleh beredarnya video rekaman pengakuan Nur Hanisa di media sosial. Rekaman yang diduga diambil oleh oknum aparat tersebut tersebar luas tanpa sensor, menambah trauma bagi keluarga yang sedang berduka. Mereka berharap pihak berwenang dapat lebih bijak dalam menangani privasi korban.

Peristiwa ini bermula pada Minggu malam (26/7/2026). Pelaku tak kenal ampun menyerang keluarga kecil tersebut. Jamil (30), sang ayah, dan Riski (2), putra mereka yang masih polos, tewas di tempat. Sementara Nur Hanisa, meski terluka parah, masih sempat memberikan keterangan awal sebelum kondisinya memburuk.

  FKUB Ajak Multi Pihak Wujudkan Sulteng Provinsi dengan Indeks Kerukunan Tertinggi

Atas peristiwa tersbeut, Gubernur Anwar Hafid sangat perihatin terhadap tragedi yang menimpa keluarga kecil itu dan telah menyisakan duka yang mendalam bagi masyarakat Sulawesi Tengah. Terlebih, seorang anak yang masih sangat belia turut menjadi korban dalam peristiwa yang mengundang keprihatinan semua pihak.

“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhum Jamil dan ananda Riski mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, sementara Ibu Nur Hanisa diberikan kekuatan, kesembuhan, dan ketabahan untuk melewati cobaan yang sangat berat ini,” ujar Gubernur.

Gubernur Anwar Hafid meminta jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, khususnya Polresta Palu, agar mengerahkan seluruh kemampuan untuk mengungkap kasus tersebut dan segera menangkap pelaku agar dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

“Ini adalah kejahatan yang sangat keji dan telah merenggut nyawa orang yang tidak bersalah, termasuk seorang anak yang baru berusia dua tahun. Saya meminta aparat kepolisian bergerak cepat, mengusut tuntas kasus ini, dan segera menangkap pelakunya agar rasa keadilan bagi keluarga korban dapat ditegakkan,” tegasnya.

Gubernur Anwar Hafid juga mengajak masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi sekecil apa pun terkait kejadian tersebut agar segera menyampaikannya kepada pihak kepolisian demi membantu proses penyelidikan.

Menurutnya, sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum sangat dibutuhkan agar pelaku dapat segera ditemukan dan tidak lagi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan terus mendukung langkah-langkah aparat penegak hukum dalam mengungkap kasus ini hingga tuntas. Semoga pelaku segera ditangkap, keluarga korban memperoleh keadilan, dan kejadian serupa tidak pernah terulang kembali di bumi Sulawesi Tengah,” tutup Gubernur. (fitra)