Pembayaran Tunggakan Peserta Mandiri di BPJS Kesehatan Cabang Palu Relatif Tak Bergerak

Palu, Teraskabar.id–  Tunggakan iuran peserta mandiri Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS)  di wilayah Kantor Cabang BPJS Kesehatan Palu mencapai Rp118,876 Miliar atau tepatnya Rp118.876.885.000.

Kantor Cabang BPJS Kesehatan Palu meliputi area wilayah Kota Palu, Donggala, Sigi, Parigi Moutong, Poso, Buol, serta Tolitoli.

“ Di wilayah kantor Cabang Palu sendiri itu yang menunggak iuran peserta mandiri per 1 Juni 2024 mencapai Rp118,876 Miliar,”  kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palu, HS Rumondang Pakpahan,  Kamis (27/6/2024), di Rumah Makan Narasa Jalan Pemuda, Kota Palu.

Baca jugaTunggakan Peserta Mandiri JKN-KIS di Sulteng Capai Rp128 Miliar

Ia menjelaskan, total tunggakan tersebut merupakan akumulasi dari Januari hingga Juni 2024 dari setiap kelas perawatan. Yaitu, mulai kelas I, II dan III. Dan, tunggakannya itu mulai dari satu bulan hingga di atas 24 bulan.

“Sebenarnya ada yang lebih dari 24 bulan tunggakannya, cuma yang kita hitung maksimal yah 24 bulan,” ujarnya.

Bila membandingkan dengan tunggakan tahun sebelumnya, total nilai tunggakan tahun ini relative tidak bergerak.

Berdasarkan data tunggakan iuran kepesertaan mandiri Program JKN-KIS di wilayah kantor Cabang Palu per 1 November 2023, mencapai Rp119.621.000.000. Sehingga, akumulasi tunggakan iuran  yang bisa tertagih hanya di kisaran Rp744.115.000 atau 0,62 persen dari total tunggakan.

Baca jugaLebih 2 Tahun Menunggak Iuran JKN, Cukup Membayar 24 Bulan

Kepesertaan kelas III menurutnya, terbanyak jumlah penunggaknya, yaitu 97.778 jiwa dengan jumlah tunggakan mencapai Rp53,455 Miliar. Selanjutnya, kepesertaan kelas II sebanyak 21.992 jiwa dengan jumlah tunggakan Rp33,768 Miliar.  Kemudian kepesertaan kelas I sebanyak 13.883 peserta dengan jumlah tunggakan Rp31,653 Miliar.

Pergerakan tunggakan iuran Program JKN untuk Kelas III juga bertambah baik dari sisi  jumlah peserta maupun total nilai tunggakan. Jumlah peserta menunggak per Oktober 2023 sebanyak 93.726 jiwa dengan jumlah tunggakan mencapai Rp52,22 Miliar. Sedangkan pada Juni 2024, jumlah peserta menunggak sebanyak 97.778 jiwa dengan jumlah tunggakan mencapai Rp53,455 Miliar. Terjadi tambahan tunggakan sekitar Rp1,223 Miliar.

Sebaliknya bagi peserta Kelas II, jumlah peserta dan total nilai tunggakan berkurang.  Tunggakan kepesertaan kelas II per Oktober 2023 sebanyak 22.012 jiwa dengan jumlah tunggakan Rp34,49 Miliar.  Sedangkan per Juni 2024, tunggakan kepesertaan kelas II sebanyak 21.992 jiwa dengan jumlah tunggakan Rp33,768 Miliar.

Baca jugaProgram JKN-KIS, Tunggakan Peserta Mandiri di BPJS Kesehatan Cabang Palu Capai Rp119,62 Miliar

Hal yang sama pada peserta kelas I, jumlah peserta dan total nilai tunggakan berkurang. Sebanyak 14.187 peserta menunggak per Oktober 2023 dengan jumlah tunggakan Rp32,9 Miliar. Sementara per Juni 2024, kepesertaan kelas I yang menunggak sebanyak 13.883 peserta dengan jumlah tunggakan Rp31,653 Miliar.

“Orang biasa bilang tunggakan iuran BPJS itu dari kelas I karena terlalu mahal, buktinya kelas III justru yang paling banyak menunggak dan makin bertambah setiap tahun,” kata kepala BPJ Cabang Palu itu.

Secara umum lanjutnya, besarnya total tunggakan ini karena ada kecenderungan sebagian peserta mandiri, rutin membayar iuran BPJS Kesehatan ketika merasa membutuhkan perawatan. Namun, setelah sehat, ada sebagian peserta mandiri yang mulai lalai membayar secara rutin iuran kepesertaan. Akibatnya, tak sedikit dari mereka yang akhirnya menunggak, bahkan ada yang lebih dari sebulan.

Padahal, tujuan program JKN-KIS ini adalah bagaimana masyarakat dapat semakin meningkatkan kualitas hidup sehat karena semakin mudah memperoleh pelayanan kesehatan dengan menggunakan kartu BPJS Kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *