Senin, 17 Agustus 2026

Pesona Batik Saga Parimo: 44 Peserta Unjuk Karya Kreasi Busana

Pesona Batik Saga Parimo: 44 Peserta Unjuk Karya Kreasi Busana
Peserta unjuk karya kreasi busana berbahan dasar Batik Saga khas Parimo pada kegiatan yang digelar Disporapar Parigi Moutong, Sabtu (15/8/2026). Foto: IKP Parimo

Parigi Moutong, Teraskabar.id – Suasana penuh warna, semangat, dan dramatis mewarnai Fashion Show yang menampilkan pesona Batik Saga Parigi Moutong (Parimo) dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebanyak 44 peserta unjuk karya kreasi busana berbahan dasar Batik Saga khas Parigi Moutong pada kegiatan yang digelar Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (15/8/2026), pukul 10.00 Wita. Para peserta terdiri dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), DPRD, KPU dan Dekranasda Kabupaten Parigi Moutong.

Sejak peserta melangkah memasuki area panggung, perhatian para tamu dan penonton langsung tertuju pada beragam busana yang menampilkan motif Batik Saga khas Parigi Moutong. Perpaduan desain busana, ekspresi peserta, tata panggung, serta keberanian tampil menciptakan atmosfer kompetisi yang meriah sekaligus penuh ketegangan.

Batik Saga pun menjadi pusat perhatian. Motif batik khas daerah tersebut tampil dalam berbagai kreasi busana, membuktikan bahwa kekayaan budaya lokal Parigi Moutong mampu tampil percaya diri dan bersaing dalam kreativitas fashion.

Ketua Dekranasda Kabupaten Parigi Moutong,  Hestiwati Nanga, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menggagas kegiatan tersebut.

“Terima kasih sebelumnya saya ucapkan kepada penyelenggara yang telah membuat ide fashion show. Ini juga menjadi salah satu bentuk promosi motif batik kita,” ujar Hestiwati.

Ia menegaskan, upaya memperkenalkan Batik Saga tidak berhenti pada kegiatan fashion show. Dekranasda Kabupaten Parigi Moutong juga terus mendorong agar motif batik daerah memiliki perlindungan hukum sekaligus semakin dikenal masyarakat luas.

Menurut Hestiwati, proses pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk motif Batik Saga telah dilakukan melalui Kementerian Hukum dan HAM.

“Untuk HAKI-nya kita sudah mengurus juga ke Kementerian Hukum dan HAM. Alhamdulillah, pada 17 Agustus besok Kementerian Hukum dan HAM akan menyerahkan HAKI kepada kita, Dekranasda,” jelasnya.

  Larangan Penggunaan Jilbab di RS Swasta, Dirjen HAM Kemenkumham Nilai Pelanggaran Serius

Pernyataan tersebut semakin menegaskan bahwa Batik Saga bukan sekadar motif pada kain, melainkan bagian dari identitas, kreativitas, dan kekayaan budaya Kabupaten Parigi Moutong yang perlu dijaga, dikembangkan, dan dipromosikan secara berkelanjutan.

Persaingan berlangsung semakin dramatis ketika para peserta dari setiap kategori menampilkan kreasi terbaiknya. Dukungan penonton dan sorakan yang terdengar dari dalam auditorium menambah semarak suasana hingga akhirnya dewan juri menetapkan para pemenang.

Kategori Pejabat Berpasangan

                1.            Juara 1: Bapenda

                2.            Juara 2: Inspektorat

                3.            Juara 3: Prokopim

                4.            Juara 4: Dinas Kesehatan

                5.            Juara 5: DLH

                6.            Juara 6: Bappeda

Kategori Pejabat Tunggal

                1.            Favorit 1: Disporapar

                2.            Favorit 2: Dinas Ketahanan Pangan

                3.            Favorit 3: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

                4.            Favorit 4: DLH

                5.            Favorit 5: Dinas Koperasi

                6.            Favorit 6: DPRD

Kategori Staf

                1.            Juara 1: Dikbud

                2.            Juara 2: Disporapar

                3.            Juara 3: BPKAD

                4.            Juara 4: BPBD

                5.            Juara 5: Dispusaka

                6.            Juara 6: Renkeu

Kegiatan kemudian ditutup dengan penampilan dari Dekranasda Kabupaten Parigi Moutong, yang semakin memperkuat pesan bahwa pelestarian budaya dapat dikemas secara kreatif, menarik, dan relevan dengan perkembangan zaman. (red)