Potensi Ancaman Terorisme, Polda Sulteng Kerjasama Densus

Palu, Teraskabar.id– Potensi ancaman terorisme tetap menjadi perhatian Polda Sulteng dalam menggelar pelaksanaan Operasi Ketupat Tinombala 2022.

“Potensi gangguan keamanan kita perhatikan dan kita antisipasi semuanya termasuk terorisme dan lain-lain kita cegah,” kata Kapolda Sulteng Irjen Pol. Rudy Sufahriadi didampingi Danrem 132 Tadulako saat dicegat awak media usai memimpin pelaksanaan apel gelar pasukan Operasi Ketupat Tinombala 2022 di Polda Sulteng, Jumat (22/4/2022).

Baca juga: 4.184 Personel Gabungan Dilibatkan pada Pengamanan Idul Fitri 1443 H

Kapolda Sulteng yang juga pejabat PJKO Madagoraya mengaku akan kerjasama dengan Densus 88 Korwil Sulteng untuk mencegah aksi terorisme.

Demikian juga dengan gangguan kamtibmas lain termasuk kecelakaan lalu lintas. “Sudah ada pos-pos yang ada di lapangan,” terangnya.

Potensi ancaman terorisme di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah ini tidak dapat dipungkiri. Karena sampai saat ini 3 orang sisa Daftar Pencarian Orang (DPO) kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso belum tertangkap.

“Operasi Madagoraya masih terus bekerja. Kita perkuat yang dibawah juga, tim kejar kita perkecil tetapi kekuatan dan kemampuannya kita tingkatkan,” ujarnya.

sebagaimana diketahui, 4.184 personel gabungan dilibatkan pada pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah. Personel gabungan tersebut berasal dari Polda Sulteng, Polres jajaran, TNI, instansi terkait dan mitra Kamtibmas.
Hal ini disampaikan Kapolda Sulteng, Irjen Pol Rudy Sufahriadi saat apel gelar pasukan Operasi Ketupat Tinombala 2022 di halaman Mapolda Sulteng, Jumat (22/4/2022).

Operasi Ketupat Tinombala 2022 ini akan berlangsung selama 12 hari terhitung mulai tanggal 28 April 2022 sampai 9 Mei 2022.
“Total 4.184 personel gabungan dilibatkan dalam pelaksanaan operasi, terdiri dari Polda Sulteng, Polres jajaran, TNI, instansi terkait dan mitra kamtibmas,” kata Kapolda.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto menambahkan, dalam Operasi Ketupat, terdapat 71 Pos Pengamanan, 21 Pos Pelayanan dan 2 Pos Terpadu.
“Pos Pengamanan bertugas menyelenggarakan pengamanan dari gangguan kamtibmas dan kamseltibcar lantas seperti jalur trans sulawesi, komplek perumahan dan rumah ibadah. Sedangkan Pos Pelayanan dan Pos Terpadu melaksanakan tugas pengamanan di obyek-obyek tertentu seperti pusat keramaian, pusat belanja, terminal, bandara, pelabuhan dan tempat wisata,” kata Kabidhumas. (teraskabar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *