Palu, Teraskabar.id – Kelompok Kerja (Pokja) Sulteng Emas menunaikan kewajibannya kepada sembilan atlet nasional Cabor renang yang akan memperkuat kontingen Sulteng pada PON Aceh-Sumut 2024.
Kewajiban tersebut berupa penyelesaian nilai kontrak yang sebelumnya telah disepakati bersama antara Pojka Sulteng Emas 2024 dengan kesembilan atlet tersebut. Sehingga, ke sembilan atlet tersebut bisa bernafas lega karena sengkarut persoalan nilai kontrak bisa ditunaikan.
Kesembilan atlet renang nasional itu adalah, Azzara Permatahani, Joe Aditya Wijaya Kurniawan, Muhammaf Fathan Andi Maroef, I Gede Siman Sudartawa, Sofie Kemala dan Siti Arifah Fadhilan serta pelatih renang nasional Albert Sutanto. Kemudian tiga atlet masa depan Indonesia yakni Alexander Adrian, Jeremy Elyon Master Ganesha Damanik serta Jonathan Farel yang telah lolos PON 2024.
Baca juga: Tujuh Atlet Renang Nasional Dikontrak Sulteng
Sedianya sepuluh atlet yang dikontrak Pokja, namun atlet atas nama Glenn Viktor mundur karena mengalami cidera sejak satu tahun lalu
“Alhamdulillah, atlet renang ini akan menjalani training camp (TC) selama satu bulan di Australia. Koordinasi ini juga akan dilakukan melalui Pengprov Acuatik, KONI dan Satgas Puslatda PON Aceh-Sumut,” kata Ketua Harian Pengprov Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) atau Akuatik Sulteng, Muhamad Warsita, S.Pd, M.M., yang dihubungi via ponsel, Sabtu (22/6/2024).
Menurut Warsita, kebijakan tersebut ditempuh Gubernur Sulteng H. Rusy Mastura setelah melakukan koordinasi dengan Ketua Satgas PON Aceh-Sumut 2024 Brigjen TNI Dody Triwinarto dan Ketum KONI Sulteng M. Nizar Rahmatu, S.Sos, AIFO. Setelah sebelumnya, pada Jumat 21 Juni 2024 di Jakarta, Gubernur Sulteng didampingi Ketum KONI dan Ketua Satgas dan Kadispora melakukan pertemuan dengan atlet, perwakilan pelatih serta orang tua atlet. Dari pertemuan tersebut, disepakati bahwa kontrak-kontrak yang sebelumnya tertunda untuk segera dibayarkan.
Warsita mengungkapkan baik atas nama Pengprov Acuatik maupun secara pribadi mengucapkan rasa syukur dan berterima kasih kepada Gubernur Sulteng, Ketum KONI Sulteng maupun Ketua Satgas Puslatda yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut.
Baca juga: Program Sulteng Emas 2024, Sulteng “Naturalisasi” Dua Atlet Renang Nasional
Salah satu poin dari kesepakatan tersebut bahwa apa yang menjadi kewajiban Pokja Sulteng Emas telah ditunaikan, di mana hak-hak atlet telah diselesikan, maka sebaliknya kewajiban atlit untuk meraih prestasi bagi kontingen Sulteng di PON Aceh-Sumut, harus pula diwujudkan.
Untuk Pokja Sulteng Emas sendiri tambah Warsita, dalam waktu dekat ini Gubernur dan KONI Sulteng sebagai inisiator awal pembentukan Pokja beberapa tahun lalu, akan melakukan evaluasi, apakah akan tetap dipertahankan atau membentuk yang baru.
” Kita tinggal menunggu arahan dari Bapak Gubernur setelah berkoordinasi dengan Ketum KONI Sulteng selaku inisator awal terbentuknya Pokja Sulteng Emas 2024,” tegasnya.
Ditegaskan Warsita bahwa Pokja Sulteng Emas ini lahir berkat ide brilian tokoh inisiator Olahraga Indonesia M. Nizar Rahmatu pasca PON XX Papua tahun 2021, yang kemudian disahuti oleh Gubernur Rusdy Mastura.
Baca juga: KONI Sulteng Beberkan Penyebab Buol Dibatalkan Jadi Tuan Rumah PORPROV 2022
Ide dan gagasan ini menurut Ketum KONI ketika itu, sebagai upaya untuk menaikkan peringkat. “Alhamdulllah Gubernur sangat mendukung. Semula Pokja Sulteng Emas ini diketuai oleh Ronny Tanusaputra. Kemudian saat ini digantikan oleh Ishak Basir,” ujarnya.
Diakhir pernyataannya Warsita selaku Direktur Eksekutif KONI Sulteng, merasa bangga dan terharu dengan kebesaran hati Nizar Rahmatu sebagai Ketum KONI yang tetap mendukung serta mensuport progam Gubernur Rusdy Mastura terkait raihan Sulteng Emas pada PON Aceh-Sumut 2024. (Gerbek/Teraskabar)






