Morowali, Teraskabar.id – Ketua Tim Kerja Iksan Bersama Rakyat (IBR), Asfar, SE., melakukan silaturahmi dengan Forum Masyarakat Lingkar Industri (FMLI) Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Minggu (7/9/2025), di Gab Mart Desa Wata.
Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pengurus forum yang dipimpin oleh Albar Djena (Ketua Umum), Taufik (Sekretaris), Afit Saputra (Bendahara), serta Ketua bidang, antara lain Dahlan (Humas), Jasmin (Lingkungan), Albar (Pemberdayaan), dan Ramadhan Ponga (Advokasi).
Forum ini dibentuk sebagai wadah komunikasi 10 desa yang berada dalam kawasan lingkar industri Morowali, dengan tujuan memperkuat posisi masyarakat dalam menghadapi dinamika investasi yang kian intensif. Dalam pertemuan tersebut, forum menyepakati lima agenda strategis, yaitu:
- Menyikapi kondisi aktual di kawasan industri Kecamatan Bungku Barat.
- Mendukung kelancaran dan kemajuan investasi di wilayah tersebut.
- Mengawal komitmen perusahaan terhadap masyarakat lingkar industri
- Mendorong pemberdayaan tenaga kerja lokal agar memperoleh akses lapangan kerja.
- Membantu pemerintah dalam mengawal pembangunan perusahaan di kawasan industri.
Ketua Umum FMLI, Albar Djena, menyampaikan bahwa pada prinsipnya FMLI mendukung keberadaan industri dengan harapan dapat memberi ruang bagi pemberdayaan pengusaha dan masyarakat lokal.
“Kami di FMLI siap bersama-sama dengan pemerintah memberikan kontribusi untuk kemajuan industri yang ada. Tentu saja dengan harapan, kehadiran industri ini dapat memberikan manfaat positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Advokasi FMLI, Ramadhan Ponga, menekankan bahwa kegiatan silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan, melainkan sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah.
“Kami juga memberikan apresiasi atas kunjungan Saudara Asfar dalam rangka silaturahmi bersama kami. Semoga langkah ini dapat berlanjut menjadi komunikasi yang lebih baik, khususnya dalam membahas hal-hal positif demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Asfar dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa dirinya sangat mendukung FMLI yang diharapkan keberadaan forum ini harus menjadi wadah aspirasi dan instrumen penguatan posisi tawar masyarakat terhadap perusahaan.
“Kegiatan investasi harus berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat lokal, agar tercipta relasi yang adil dan berkelanjutan. FMLI harus mengambil posisi sentral yang tidak sekedar mendukung industri tetapi juga memperjuangkan kesejahteraan masyarakat lokal,” katanya.
Dalam waktu dekat, forum berencana melakukan audiensi dengan Bupati Morowali guna membicarakan langkah-langkah strategis investasi ke depan. Pertemuan ini dipandang penting untuk memastikan kelancaran kegiatan industri sekarang dan tidak hanya memberi kontribusi pada aspek ekonomi makro, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat lingkar industri.
Dengan demikian, FMLI diharapkan menjadi aktor penting dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan investasi dan pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat setempat. (Ghaff/Teraskabar)






