Palu, Teraskabar.id – Kantor OJK Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyelenggarakan kegiatan Training of Trainers (ToT) bagi nelayan di Desa Banagan, Kabupaten Tolitoli, sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat pesisir dalam mendukung pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Sebanyak 130 nelayan ikuti ToT OJK Sulteng ini yang berlangsung pada 11 Juli 2026 di Desa Banagan.
Desa Banagan merupakan salah satu lokasi yang ditetapkan sebagai calon Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahap I. Secara nasional, pembangunan KNMP direncanakan pada 65 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan hasil pemetaan, seluruh lokasi tersebut berada dalam wilayah kerja OJK yang tersebar pada 27 Kantor OJK Daerah, termasuk Desa Banagan, Kabupaten Toli-Toli yang berada dalam wilayah kerja Kantor OJK Provinsi Sulawesi Tengah.
Meskipun KNMP di Desa Banagan masih belum dioperasikan, OJK telah melakukan langkah inkubasi guna mendukung kesiapan masyarakat dalam memanfaatkan ekosistem keuangan yang akan dibangun melalui program tersebut.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pelaksanaan kegiatan Training of Trainers (ToT) bagi nelayan dan masyarakat setempat. Sebanyak 135 peserta mengikuti kegiatan ini.
Sebagai bentuk dukungan terhadap agenda pembangunan nasional, khususnya Asta Cita ke-2 dan ke-6, OJK mengimplementasikan Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) untuk memperluas akses dan pemanfaatan layanan keuangan formal serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan ToT ini, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan terkait literasi serta inklusi keuangan agar siap memanfaatkan berbagai produk dan layanan jasa keuangan ketika ekosistem KNMP mulai beroperasi.
Sebelum pelaksanaan kegiatan, Kantor OJK Provinsi Sulawesi Tengah telah melakukan survei terhadap nelayan dan masyarakat Desa Banagan. Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar nelayan masih memiliki keterbatasan dalam memanfaatkan produk dan layanan Industri Jasa Keuangan, termasuk layanan keuangan berbasis digital, di tengah pesatnya perkembangan teknologi di sektor keuangan.
Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan formal, sehingga mendorong peningkatan akses dan inklusi keuangan di Desa Banagan.
130 Nelayan Ikuti ToT, Edukasi Nelayan Soal Pengelolaan Keuangan
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa melalui Program Ekosistem Keuangan Inklusif yang bersinergi dengan Program Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Banagan, nelayan didorong untuk memahami pengelolaan keuangan yang baik, memanfaatkan layanan keuangan formal seperti tabungan, asuransi, serta mengakses pembiayaan produktif guna mendukung keberlanjutan usaha.
Dengan demikian, nelayan diharapkan tidak hanya tangguh saat melaut, tetapi juga cerdas dalam mengelola keuangan. Melalui kegiatan ini, Kantor OJK Provinsi Sulawesi Tengah berharap para peserta dapat berperan sebagai agen literasi keuangan yang mampu menyebarluaskan pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan formal, serta pentingnya perlindungan konsumen kepada masyarakat lainnya. Dengan demikian, manfaat edukasi yang diberikan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan Desa Banagan. Ke depan, Kantor OJK Provinsi Sulawesi Tengah akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, serta pelaku Industri Jasa Keuangan dalam mendukung pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Banagan melalui Program Ekosistem Keuangan Inklusif.
Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan formal, memperkuat ketahanan usaha nelayan, mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir, serta mendukung keberhasilan implementasi Program Kampung Nelayan Merah Putih secara berkelanjutan. (red)






