Kamis, 6 Agustus 2026

Aliran Sungai di Desa Kayuboko dan Air Panas Tersumbat, Pemkab Parimo Kerahkan 19 Alat Berat

Aliran Sungai di Desa Kayuboko dan Air Panas Tersumbat, Pemkab Parimo Kerahkan 19 Alat Berat
Wabup Parimo Abdul Sahid meninjau kegiatan normalisasi sungai di aliran sungai Kayuboko di sekitar jembatan, Rabu (5/8/2026). Foto: IKP Parimo

Parimo, Teraskabar.id – Aliran sungai di Desa Air Panas dan Desa Kayuboko, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, tersumbat akibat tertimbun material tanah yang terbawa oleh banjir.

Tiga titik mengalami penyumbatan parah hingga material tanah nyaris setinggi badan sungai, yaitu di perbatasan Olaya, pertemuan aliran sungai Desa Air Panas dan Desa Kayuboko, serta di sekitar jembatan. Kondisi tersebut menyebabkan air meluap hingga melewati permukaan aspal jembatan, dan memasuki pemukiman warga.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong, Rabu (5/8/2026), melaksanakan normalisasi  di tiga titik yang mengalami penyumbatan parah, yaitu di perbatasan Olaya, pertemuan aliran sungai Desa Air Panas dan Desa Kayuboko.

Kegiatan normalisasi sungai ini mengerahkan 19 alat berat agar proses penanganan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari hasil peninjauan yang dilakukan Wakil Bupati bersama satuan tugas (Satgas) pada hari sebelumnya, sebagai bentuk respons cepat terhadap kebutuhan penanganan aliran sungai di Desa Air Panas.

Aliran Sungai di Desa Kayuboko Tak Ada Akses Aliran Air

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Abdul Sahid menyampaikan bahwa pemerintah daerah bergerak cepat menindaklanjuti kondisi yang ditemukan di lapangan agar akses masyarakat dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya.

“Berdasarkan kondisi yang kami lihat kemarin, bahwa aliran sungai dari Kayuboko menuju Air Panas ini memang benar-benar tidak ada akses air yang melewati bawah jembatan ini. Alhamdulillah, seperti yang saya sampaikan, hari ini kita langsung action melakukan normalisasi agar marwah jalan ini bisa  berfungsi kembali,” ujarnya.

Wabup Abdul Sahid juga menegaskan bahwa penanganan sungai tidak berhenti pada pelaksanaan normalisasi saat ini. Menurutnya, upaya pemeliharaan dan pengawasan secara berkala perlu terus dilakukan agar aliran sungai tetap lancar dan infrastruktur yang ada dapat berfungsi dengan baik.

  Bupati Parimo Lantik Kades PAW dan Serahkan Penghargaan NLP

“Ke depannya pengawasan akan terus dilakukan oleh pemerintah bersama pemerintah desa melalui normalisasi secara rutin,” ujar Abdul Sahid.

Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam merespons kondisi di lapangan melalui penanganan yang cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan demi kepentingan masyarakat. (red)