Jakarta, Teraskabar.id – Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar rapat pada 31 Mei 2023 didominasi oleh pembahasan sektor keuangan. Pertemuan ini berlangsung di tengah semangat yang tinggi dalam perekonomian secara keseluruhan, meskipun beberapa bagian ekonomi nasional mengalami penurunan dalam kemampuan saling terhubung. Stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga melalui investasi yang kuat, pengelolaan risiko yang hati-hati, dan likuiditas yang memadai.
Ketidakpastian mengenai kesepakatan debt-ceiling di Amerika Serikat sebelumnya meningkatkan volatilitas di pasar keuangan, terutama dalam pasar obligasi setelah periode yang agak tenang dan sejalan dengan pemulihan yang lebih luas di sektor perbankan. Selain itu, tingkat inflasi yang tetap tinggi, pertumbuhan ekonomi dan kekuatan pasar tenaga kerja di AS yang kuat kemungkinan akan menyebabkan kenaikan suku bunga di AS.
Baca juga : OJK Sulteng Edukasi Warga Sigi Keuangan Syariah
Tren pelemahan dalam perekonomian secara keseluruhan terus berlanjut, terutama terlihat dari penurunan aktivitas perusahaan dan perdagangan global, pertumbuhan ekonomi China yang lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya, penurunan harga komoditas, dan juga ketegangan geopolitik.
Namun demikian, perekonomian nasional terlihat relatif stabil dengan inflasi yang mengalami penurunan menjadi 4 persen yoy (April 2023: 4,33 persen). Sektor manufaktur terus mengalami ekspansi dengan Purchasing Managers Index (PMI) pada bulan Mei 2023 sebesar 50,3, meskipun melambat dibandingkan bulan sebelumnya (April 2023: 52,7). Neraca perdagangan mencatat surplus pada bulan April 2023 meskipun ekspor mengalami kontraksi yang cukup signifikan dipengaruhi oleh penurunan harga dan permintaan untuk produk ekspor utama Indonesia.
Stabilitas Sektor Jasa Keuangan dan Kelanjutan Pasar Modal
Di tengah meningkatnya volatilitas di pasar moneter dan dampak emosi negatif yang meluas, pasar saham mengalami pelemahan sebesar 4,08 persen pada bulan Mei 2023, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 6.633,26 poin (April 2023: menguat 1,62 persen menjadi 6.915,72 poin). Investor non-residen mencatatkan aliran dana sebesar Rp1,67 triliun pada bulan Mei (April 2023: aliran dana sebesar Rp12,29 triliun). Pelemahan IHSG dipicu oleh penurunan harga saham di sektor tenaga dan bahan baku yang terkait dengan perubahan harga produk. Secara keseluruhan, IHSG mengalami pelemahan sebesar 3,17 persen year-to-date (ytd), namun investor non-residen mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp20,58 triliun (April 2023: pembelian bersih sebesar Rp18,91 triliun ytd).
Di pasar surat pinjaman, Indeks Citra Buana Indonesia (ICBI) menguat 1,91 persen pada bulan Mei dan 5,46 persen ytd menjadi 363,61 poin (April 2023: menguat 1,02 persen mtd dan 3,49 persen ytd). Pada pasar surat pinjaman korporasi, aliran dana non-residen mencapai Rp307,32 miliar (mtd) atau Rp695,66 miliar (ytd).
Baca juga : Menjaga Stabilitas Sektor Keuangan, OJK Perkuat Perlindungan Konsumen
Pasar Surat Berharga Negara (SBN) terus mengalami tren positif dengan aliran dana dari investor asing. Per 29 Mei 2023, investor non-residen mencatatkan aliran dana sebesar Rp7,29 triliun (April 2023: aliran dana sebesar Rp4,16 triliun mtd), yang menekan penurunan yield SBN rata-rata sebesar 17,70 basis poin mtd di semua tenor. Secara ytd, yield SBN mengalami penurunan rata-rata sebesar 40,51 basis poin di semua tenor, dengan investor non-residen mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp67,79 triliun ytd.
Pada perusahaan Reksa Dana, nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana mencapai Rp504,69 triliun, naik 1,55 persen (mtd), dengan investor Reksa Dana mencatatkan net subscription sebesar Rp6,66 triliun (mtd). Secara ytd, NAB mengalami penurunan sebesar 0,03 persen, dengan net redemption sebesar Rp2,64 triliun.
Penghimpunan dana di pasar modal pada bulan Mei mencapai Rp102,10 triliun, dengan 35 emiten baru. Di dalam pipeline, terdapat 117 konsep tender umum dengan nilai sebesar Rp139,29 triliun, termasuk 63 konsep Initial Public Offering (IPO) oleh emiten baru.
Dalam hal penggalangan dana melalui Securities Crowdfunding (SCF), yang merupakan alternatif pendanaan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga 31 Mei 2023 terdapat 16 platform yang telah mendapatkan persetujuan dari OJK dengan 404 proyek, 153.662 pemodal, dan total dana yang terkumpul sebesar Rp869,47 miliar.
Dalam upaya penegakan hukum di sektor pasar modal, sejak 1 Januari hingga 25 Mei 2023, OJK telah memberlakukan sanksi administratif terkait pemeriksaan kasus di Pasar Modal kepada 14 pihak, yang terdiri dari 1 pencabutan izin dan 13 peringatan tertulis, serta memberlakukan sanksi administratif berupa ganti rugi sebesar Rp5.238.480.000 kepada 99 pelaku jasa keuangan di Pasar Modal.






