Watuawu, Teraskabar. id – Insiden truk terbalik nyaris terjadi setiap pekan di ruas jalan Tagolu-Tentena di Desa Watuawu, Kecamatan Lage, Kebupaten Poso, Sulawesi Tengah. Belasan truk dan mobil pikup bermuatan barang terbalik di tanjakan Watuawu, lokasi longsoran dinding penahan tanah yang amblas sejak tahun 2025 berdasarkan laporan warga.
Kondisi ruas jalan yang menanjak dan ekstrem sehingga menyebabkan belasan truk dan mobil pikup bermuatan barang terbalik, namun hingga saat ini belum mendapat penanganan dari BPJN Sulawesi Tengah.
Menurut pengakuan salah seorang warga Desa Watuawu, Heri, bahwa nyaris setiap pekan terjadi kecelakaan lalu-lintas akibat tidak mampu menanjak di ruas jalan yang amblas dan bergelombang serta tidak ditimbun itu.
“Nyaris tiap pekan pak terjadi kecelakaan bagi truk yang dari Makassar atau Tentena bermuatan berat, mundur dan terbalik akibat tidak kuat mendaki di jalan amblas itu. Kami juga heran pemerintah atau kementerian PU melalui unit kerjanya tidak mau perbaiki jalan tersebut,” tutur Heri.
Ia berharap Kementerian PUPR segera memperbaiki ruas jalan tersebut agar para pengguna jalan mendapatkan hak mereka sebagai warga negara untuk memperoleh pelayanan jalan dari pemerintah, sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang. Sebab, undang-undang mengatur bahwa jika pengguna jalan mengalami kecelakaan lalu lintas akibat jalan yang rusak dan tidak diperbaiki, pihak PUPR harus bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.
“Kami desak agar secepatnya menteri PU perbaiki jalan kami ini. Kenapa harus tunggu tahun depan? Apakah nanti tunggu ada korban jiwa akibat terbalik dengan truk di jalan amblas ini pak, baru mau diperbaiki,” ujarnya mengkritisi sikap Kementerian PUPR.
Belasan Truk Terbalik di Tanjakan Watuawu, Inisiatif Bantuan Swadaya Warga
Sementara itu, pengusaha tambang Galian C asal Kabupaten Poso mengaku siap menyumbangkan materialnya untuk digunakan menimbun ruas jalan di titik yang amblas di Desa Watuawu.
“Saya sudah usulkan kepada beberapa rekanan yang sedang mengerjakan proyek jalan nasional di sekitar ruas jalan nasioanal ini, agar setiap pekan menimbun jalan tersebut, mungkin sepuluh ret saja, mengingat sering terjadi kecalakaan dan sangat merugikan masyarakat. Namun tidak direspon oleh mereka. Padahal untuk membantu masyarakat agar aman jika melalui jalan trans Sulawesi itu,” sebut Irwan.
Sekaitan dengan kondisi ruas jalan nasional Watuawu yang amblas dan sudah berlangsung sejak 2025 namun belum ada tanda-tanda diperbaiki permanen oleh pihak BPJN Sulteng, hingga berita ini tayang, pihak kepala BPJN Sulteng yang dihubungi media ini belum memberikan jawaban kapan pastinya jalan trans Sulawesi tersebut akan diperbaiki.
“Kami sudah mengusul ke pihak Jakarta pak, jawabannya anggaran untuk perbaikan permanen jalan tersebut nanti tahun depan atau 2027,” tutur kepala Satuan Kerja (Kasatker) Jalan Nasional, Rolli Ekianto kepada media ini beberapa waktu lalu. (deddy)






