Minggu, 31 Mei 2026
Ekbis, Home  

Hilirisasi Nikel PT Vale di Morowali Versi Sekretaris Komisi III DPRD – Gubernur Sulteng

Hilirisasi Nikel PT Vale di Morowali Versi Sekretaris Komisi III DPRD – Gubernur Sulteng
Sekretaris Komisi III DPRD Sulteng, Muhammad Safri dan Gubernur Sulteng Anwar Hafid. Foto: Kolase

Palu, Teraskabar.id – Komitmen pembangunan hilirisasi nikel PT Vale Indonesia di Blok Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, sempat jadi sorotan Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Sulteng, Muhammad Safri.

Sorotan tersebut mencuat pada saat rapat dengar pendapat (RDP) di Gedung Baruga kantor DPRD Sulteng, Senin (2/3/2026). RDP menghadirkan manajemen PT Vale Indonesia, menjadi momentum bagi politisi PKB itu melontarkan kritikan terhadap PT Vale Indonesia, anak grup MIND ID.

Anggota DPRD Sulteng Dapil Morowali dan Morowali Utara ini menilai realisasi investasi, khususnya pembangunan fasilitas pemurnian (smelter) di Morowali, masih jauh dari harapan publik dan terkesan berjalan lamban.

Safri mengakui, pada RDP secara terbuka mempertanyakan kepada manajemen PT Vale Indonesia soal progres pembangunan smelter yang digadang-gadang menjadi simbol keseriusan investasi jangka panjang di daerah penghasil nikel tersebut. Menurutnya, transparansi perkembangan proyek harus disampaikan secara berkala agar masyarakat mengetahui sejauh mana komitmen itu direalisasikan.

Sekretaris DPW PKB Sulteng ini juga mempertanyakan skema perhitungan bagi hasil, khususnya terkait Blok 1 yang hasil produksinya dibawa ke Sorowako. Ia meminta kejelasan mengenai angka dan mekanisme distribusi manfaat bagi Sulawesi Tengah sebagai daerah penghasil.

“Berapa sebenarnya yang kembali ke Sulteng dari Blok 1 itu? Kalau ore dibawa ke Sorowako untuk diolah, bagaimana hitungan riil bagi hasilnya? Jangan sampai daerah penghasil hanya jadi penonton di tanah sendiri,” kata Safri kepada awak media saat itu, usai RDP.

Kritikan Safri tersebut mendapat perhatian dari sejumlah awak media di Kota Palu.

Buka puasa bersama yang menghadirkan puluhan awak media yang konsern pada isu -isu perusahaan ekstraktif, menjadikan momentum silaturahmi yang digelar PT Vale di Hotel KHASS Kota Palu, Kamis (12/3/2026),  untuk mengkonfirmasi kembali lontaran kritikan Sekretaris Komisi III DPRD Sulteng tersebut.  Hal itu disampaikan Rony Sandhy dari Radar Palu Jawa Pos Group kepada manajemen PT Vale pada buka puasa bersama.

  VP Direktur PT Vale Tinjau Kesiapan Proyek Blok Bahodopi

Suwarni Dammar, Coordinator Comunication PT Vale Indoensia, memilih bersikap hati-hati menjawab pertanyaan dari Rony Sandhy. Suwarni hanya mencoba membuka kembali pernyataan Gubernur Sulteng Anwar Hafid saat menyampaikan sambutan pada pada First Cut Ceremony Proyek Investasi PT Vale Indonesia Tbk di area Bahodopi Blok 1, Kabupaten Morowali, Senin (8/9/2025).

“Jadi, saya hanya mengutip apa yang disampaikan pak Gubernur Anwar Hafid saat itu,” kata Warni, panggilan akrabnya.

Hilirisasi Nikel PT Vale di Morowali Menguntungkan Daerah

Untuk diketahui, dalam sambutan Gubernur Dr. Anwar Hafid pada First Cut Ceremony Proyek Investasi PT Vale Indonesia Tbk di area Bahodopi Blok 1, menegaskan kehadiran PT Vale Indonesia di Morowali akan memberikan kontribusi signifikan bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Menurutnya, selain berdampak positif terhadap pemberiaan Dana Bagi Hasil (DBH), proyek ini juga akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Saya menyampaikan terima kasih kepada PT Vale Indonesia dan PT AMM yang konsisten menerapkan kaidah pertambangan yang baik dan benar. Kami berharap PTVI dapat terus peduli terhadap masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Morowali,” ujarnya.

Gubernur Anwar Hafid menilai langkah hilirisasi melalui pengangkutan bijih nikel dari Morowali yang akan diolah di Sorowako, Luwu Timur, menjadi strategi yang akan sangat menguntungkan bagi daerah, baik provinsi maupun kabupaten. Bukan hanya bijih nikel dari Bahodopi Block 1, tapi juga dari Bahodopi Block 2 dan 3.

Pada saat operasional, sekitar 55 juta metrik ton bijih nikel dari Bahodopi Block 1  akan ditambang yang akan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan pendapatan daerah.

“Ini harapan baru bagi kita, Sulawesi Tengah dan Morowali melalui bagi hasil dari nikel matte. Pak Kapolres, Pak Dandim, kita jaga baik-baik betul ini karena PT Vale adalah harapan masa depan kita, pasti akan bertambah pendapatan kita baik bagi hasil Morowali maupun Sulawesi Tengah,” kata Gubernur.

  Pengawasan Coklit Pilkada 2024, Pantarlih Terdaftar Pengurus Parpol hingga Pencatatan di Bawah Meja

“Kemarin dengan Pak Budi saya bilang, Pak Budi tidak usah bangun pabrik di Morowali, lebih baik bawa semua ore ke Sorowako lebih banyak kita dapat Pak Bupati daripada bangun pabrik di Morowali,” ungkap Gubernur Anwar Hafid. (red/teraskabar)