Kamis, 6 Agustus 2026
Ekbis, Home  

Investor di Pasar Modal Indonesia Tumbuh 47,63%, Total 30, 06 Juta Investor

Investor di Pasar Modal Indonesia Tumbuh 47,63%, Total 30, 06 Juta Investor
Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, Bursa Karbon OJK pada konferensi pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Bulan Juli 2026 melalui zoom meeting, Selasa (4/8/2026). Foto: Tangkapan layar

Jakarta, Teraskabar.id – Seiring inisiatif-inisiatif pendalaman pasar yang konsisten dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organizations(SRO), dan para pelaku usaha,  serta penguatan ekosistem digital di industri pasar modal, jumlah investor di pasar modal Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan, dengan penambahan sebanyak 1,10 juta investor baru pada Juli 2026 secara mtm. Dengan perkembangan tersebut, secara ytdjumlah investor di pasar modal tumbuh 47,63 persen menjadi 30,06 juta investor.

Hal itu disampaikan Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, Bursa Karbon OJK pada konferensi pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Bulan Juli 2026 melalui zoom meeting, Selasa (4/8/2026).

Ia mengatakan, penghimpunan dana oleh korporasi domestik di pasar modal domestik terpantau tetap kuat. Hingga akhir Juli 2026 (ytd), nilai fundraisingoleh korporasi di pasar modal telah mencapai Rp121,96 triliun, terdiri dari 7 Penawaran Umum Saham Perdana (IPO), 12 Penawaran Umum Terbatas (PUT), 9 Penawaran Umum Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS), dan 105 Penawaran Umum Berkelanjutan EBUS. “Sementara pada pipeline, terdapat 15 rencana Penawaran Umum dengan nilai indikatif Rp11,88 triliun,” ujarnya.

Untuk penggalangan dana oleh dunia usaha melalui Securities Crowdfunding(SCF), sepanjang  Juli 2026 (mtd) terdapat 17 Efek baru serta 8 penerbit baru, dengan dana dihimpun senilai Rp25,79 miliar. Dengan perkembangan tersebut, total nilai dana dihimpun melalui SCF secara agregat telah mencapai Rp2,01 triliun.

Di pasar keuangan derivatif, sejak 10 Januari 2025 hingga 31 Juli 2026, terdapat 113 pihak yang telah memperoleh persetujuan prinsip dari OJK. Volume transaksi tercatat sebanyak 63.171 lot pada Juli 2026 (mtm), sehingga secara agregat selama Januari-Juli 2026 (ytd) telah mencapai 297.853 lot. Sementara di Bursa Karbon, sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 31 Juli 2026, secara total terdapat 155 pengguna jasa yang telah terdaftar. Secara agregat, volume transaksi tercatat sebanyak 1,98 juta tCO2e, dengan akumulasi nilai transaksi mencapai Rp93,89 miliar. (red)

  OJK Dorong Industri Pindar Perkuat Manajemen Risiko Mitigasi Gagal Bayar