Palu, Teraskabar.id – Sebelum memasuki acara puncak Haul ke-58 Guru Tua, 1 April 2026, sejumlah kegiatan akan dilaksanakan pihak panitia pelaksana. Lomba Baca kitab Kuning misalnya, bakal mewarnai Festival Raudhah, perayaan tahunan yang menggabungkan nilai religi, budaya, dan ekonomi.
Festival Raudhah merupakan rangkaian Haul Guru Tua atau Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri dan dipusatkan pelaksanaannya di Jalan Sis Al-Jufri, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
“Festival ini menonjolkan UMKM berbasis kreativitas dan kerajinan masyarakat, kuliner khas Arab, dan hiburan religi seperti Tari Jepeng, serta menjadi ajang silaturahmi nasional karena dihadiri sejumlah pejabat daerah hingga pejabat daerah,” kata Sekretaris Panitia Haul ke-58 Guru Tua, Drs. Jamaludin Mariajang di hadapan sejumlah awak media, Kamis (26/3/2026), di Gedung PB Alkhairaat Lantai II, Jalan Sis Aljufrie, Kota Palu.
Jamaludin Mariajang pada konferensi pers ini didampingi KH. Husen Habibu, unsur ketua PB Alkhairaat yang juga sebagai Panglima Garda Alkhairaat, serta H. Asgar Bashir Khan selaku panitia Haul yang juga sebagai sekretaris Yayasan Alkhairaat Sis Al-Jufri.
Lomba Baca Kitab Kuning, Menghidupkan Tradisi Keilmuan Pesantren
Dalam pelaksanaan Raudhah lanjut Jamaludin Mariajang, juga akan dilaksanakan Rauah, yaitu Lomba Baca Kitab Kuning. Lomba ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang kerap memeriahkan peringatan Haul Guru Tua atau Habib Idrus bin Salim Al-Jufri. Kegiatan ini bertujuan untuk memupuk kecintaan terhadap ilmu agama dan menghidupkan tradisi keilmuan pesantren yang diwariskan oleh Guru Tua, pendiri Alkhairaat. Peserta Lomba Baca Kitab Kuning ini dituntut memiliki pemahaman kuat tentang Nahwu Sharaf, Balagha, Kawait.
Jadwal pelaksanaan Lomba Baca Kitab Kuning pada sore hari dan pada malam harinya dilanjutkan dengan lomba membaca Tahlil dan Yasinan.
“Semangat dari pelaksanan kegiatan ini sebagai bentuk pemberian doa atau tayasul tawasiah kepada Guru Tua dari murid-muridnya, sekaligus harapan mengetuk keberkahan,” kata Jamaludin Mariajang yang juga Sekjen PB Alkharaat.
Pihak panitia juga telah berkoordinasi dengan pihak keamanan. Langkah ini menurut Jamaludin, bukan berarti menganggu sakralitas dari acara Haul ini. Tapi karena melibatkan banyak orang, sehingga pihak panitia pelaksana mengharapkan dukungan pihak keamanan untuk membantu menyukseskan pelaksanaan Haul ke-58 Guru Tua.
“Karena melibatkan banyak orang, sehingga kami mengharapkan dukungan pihak keamanan untuk membantu saat kegiatan berlangsung dan itu sudah selesai kami bicarakan dengan pihak kepolisian,” ujarnya. (fitra)







