Selasa, 19 Mei 2026
Ekbis, Home  

Pengolahan Bijih Nikel Ramah Lingkungan: PT Vale Bangun 3 Fasilitas HPAL di Area Operasional

Pengolahan Bijih Nikel Ramah Lingkungan: PT Vale Bangun 3 Fasilitas HPAL di Area Operasional
Sedimen pound untuk fasilitas pengolahan air limpasan tambang di area IGP Morowali. Foto: Dok

Palu, Teraskabar.id– PT Vale Indonesia membangun 3 fasilitas pengolahan bijih nikel berbasis teknologi  HPAL (High Pressure Acid Leaching), masing-masing di area operasional IGP Pomalaa, IGP Morowali, serta  IGP Sorlim (Sorowako Limonit). Fasilitas ini untuk pengolahan bijih nikel laterit kadar rendah (Limonit) menggunakan teknologi ramah lingkungan, efisien dan menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), untuk bahan baku baterai kendaraan listrik (EV).

Fasilitas HPAL di Proyek IGP Pomalaa di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, yang juga dikenal sebagai Bumi Wonua Mekongga, mulai dikerjakan pada November 2023. Proyek IGP Pomalaa mencakup proyek penambangan bijih nikel dan proyek pengolahan berteknologi High-Pressure Acid Leach (HPAL).

Proyek penambangan IGP Pomalaa dioperasikan oleh PT Vale Indonesia Tbk sedangkan Proyek HPAL dikembangkan oleh PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI), perusahaan patungan Perseroan dengan Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd dan Ford Motor Co.

Proyek IGP Morowali berlokasi di area konsesi Perseroan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, yang memiliki sebutan Bumi Tepe Asa Moroso. Pengerjaan proyek sudah berlangsung sejak Juli 2022. Proyek IGP Morowali mencakup proyek penambangan bijih nikel dan proyek pengolahan berteknologi High- Pressure Acid Leach (HPAL).

Proyek penambangan IGP Morowali dioperasikan oleh PT Vale Indonesia Tbk, sementara Proyek HPAL dikembangkan oleh PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI), perusahaan patungan yang didirikan Perseroan bersama GEM Hong Kong International Co. Ltd. (anak perusahaan GEM Co. Ltd.) dan EcoPro Co., Ltd.

Proyek HPAL selanjutnya adalah di IGP Sorlim yang berada di wilayah konsesi Perseroan di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Proyek ini mulai dikerjakan pada Juni 2024.

Proyek IGP Sorlim mencakup proyek penambangan bijih nikel dan proyek pengolahan berteknologi High-Pressure Acid Leach (HPAL). Proyek penambangan dioperasikan oleh PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari MIND ID, sedangkan proyek HPAL dikembangkan PT Huali Nickel Indonesia (HLNI).

  Direktur MIND ID Apresiasi Pengelolaan Proyek Hilirisasi PT Vale di Pomalaa, Progres HPAL Terus Menguat

“Fasilitas pabrik HPAL di 3 IGP yaitu, IGP Pomalaa, IGP Morowali dan IGP Sorlim, bertujuan untuk memproduksi nikel mixed hydroxide precipitate (MHP) sebagai bahan utama baterai kendaraan listrik,” kata CEO PT Vale Indonesia.

Pemanfaatan teknologi HPAL pada pengolahan bijih nikel kadar rendah di 3 area operasional PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari MIND ID, sebagai bagian dari strategi pertumbuhan yang terukur dan berkelanjutan dengan mengedepankan pendekatan optimize and de-risk (Keseimbangan terbaik antara keuntungan dan risiko), melalui pemilihan teknologi yang tepat, pengelolaan risiko yang disiplin, serta integrasi prinsip keberlanjutan dalam setiap keputusan strategis.

Teknologi HPAL merupakan proses pengolahan nikel berbasis hidrometalurgi yang memanfaatkan reaksi kimia dengan asam sulfat, sehingga lebih efisien dari sisi energi. Kebutuhan energi proses HPAL akan dipenuhi dari tiga unit pembangkit listrik tenaga air (PLTA) milik Perseroan, yang secara langsung mendukung strategi pengurangan intensitas karbon dan transisi energi bersih.

Untuk kebutuhan bahan baku asam sulfat, Perseroan berencana membangun pabrik sendiri yang dilengkapi dengan teknologi penangkapan panas proses untuk menghasilkan listrik tambahan. Inisiatif ini dirancang untuk meminimalkan ketergantungan pada energi eksternal, meningkatkan efisiensi operasional, serta menurunkan eksposur risiko energi dan biaya dalam jangka panjang.

Progres Pembangunan PT Vale IGP Pomalaa

Progres pertumbuhan proyek penambangan PT Vale di Indonesia Growth Project Pomalaa terus menunjukkan akselerasi signifikan dan memasuki fase transisi menuju tahap operasional pada tahun 2026 ini.

Sampai dengan akhir tahun 2025, progres proyek HPAL IGP Pomalaa mencapai 50%, dengan pengerjaan yang terus berjalan, di antaranya feed preparation plant (FPP), akses jalan Selatan (South access road/SAR), Sulfuric Acid Plant, CCD, HPAL plant, dan pembangkit listrik berbasis LNG serta penyelesaian IPK Port untuk menunjang operasional pengapalan. Proyek HPAL IGP Pomalaa ditargetkan mulai berproduksi di tahun 2026.

  PT Vale Memproduksi Nikel 13.827 Ton di TW I 2022

Secara umum, total progres pembangunan PT Vale IGP Pomalaa telah mencapai 73,4%. Sejumlah milestone penting telah berhasil dicapai, mulai dari peresmian fasilitas persemaian (Nursery) dengan skala besar. Fasilitas ini dibangun di Kecamatan Tangketada, dengan luas 5 hektare serta kapasitas produksi 700 ribu bibit pohon per tahun. Di tahun 2025 dilakukan juga penjualan awal sebesar 298 ribu ton bijih nikel.

Pembangunan berbagai fasilitas penunjang juga terus dipercepat, termasuk Living Area (Operation Camp) telah mencapai 41%, Workshop dan Office Area sebesar 57%, serta kolaborasi strategis bersama mitra Huayou (KNI) di area Feed Preparation Plant dan HPAL yang secara keseluruhan telah mencapai progres 65,3%.

Begitupula pengerjaan infrastruktur utama terus berjalan, yakni gerbang utama, akses jalan utara (north access road/NAR), jalan utama tambang (main hauling road/MHR), kamp operasi, serta fasilitas pendukung lain seperti asrama/ dormitory yang sudah ditinggali pekerja. Demikian juga dengan infrastruktur operasional untuk produksi terus dikerjakan, di antaranya fasilitas perbengkelan dan tanki bahan bakar minyak.

Setiap tahapan proyek ini mencerminkan dedikasi PT Vale terhadap keberlanjutan, memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar keselamatan, efisiensi operasional, serta komitmen ESG yang ketat.

Bersama mitra dan seluruh pemangku kepentingan, PT Vale Indonesia melangkah konsisten menuju masa depan hijau yang berkelanjutan dan berdaya guna bagi masyarakat.

Sebagai dukungan pemeliharaan lingkungan dan masyarakat sekitar, proyek HPAL IGP Pomalaa menginisiasi program restorasi mangrove dengan melibatkan pengembangan masyarakat, menjalankan program peningkatan kemampuan wanita untuk menjalankan kewirausahaan, dan peningkatan kompetensi masyarakat melalui program kerja sama dengan pemerintah dan Universitas Hasanuddin.

Perseroan juga mendukung peningkatan aspek Kesehatan masyarakat melalui kampanye kesehatan untuk high risk infectious disease serta program operasi katarak massal, hingga revitalisasi Pasar Sentral Mekongga Kolaka sebagai bagian dari kontribusi terhadap penguatan ekonomi lokal.

  Terapkan Inovasi Keberlanjutan Terdepan, PT Vale Raih Tujuh Penghargaan di EPSA 2024

Pengolahan Nikel Ramah Lingkungan, Komitmen Keberlanjutan PT Vale di IGP Morowali

Pembangunan fasilitas HPAL di IGP Morowali juga memperlihatkan perkembangan signifikan. Kepastian hal itu berdasarkan hasil peninjauan CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto bersama mitra strategis, GEM, ke fasilitas HPAL di Sambalagi, Kabupaten Morowali, pada Rabu (25/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, CEO PT Vale Bernardus Irmanto mengunjungi sejumlah area kritikal pembangunan HPAL di Sambalagi. Kunjungan di awali di dormitory dan sejumlah fasilitas pendukung. Termasuk area utama pengembangan, acid plant dan lokasi pengolahan tailing. Selain itu, CEO PT Vale Indonesia juga mengunjungi tempat di mana HPAL akan dibangun.

Seluruh elemen kritikal itu kata Bernardus, menunjukkan perkembangan positif, mulai dari fasilitas pendukung hingga area utama pengembangan, termasuk acid plant dan lokasi pengelolaan tailing.

“Saya memberi apresiaisi positif karena progres pembangunannya sangat baik,” ujar Bernardus.

Berdasarkan hasil kunjungan dari sejumlah elemen kritikal tersebut, PT Vale Indonesia optimistis bahwa pembangunan HPAL di Sambalagi akan terealisasi tepat waktu.

“Saya melihat beberapa hal, kritikal sudah terpenuhi sehingga saya yakin bahwa HPAL yang akan dibangun di Sambalagi ini akan bisa terealisasi tepat waktu,” ujarnya.

Pembangunan HPAL ini merupakan bagian dari komitmen PT Vale Indonesia Tbk(PT Vale), grup MIND ID,  dalam pelaksanaan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). (red)