Sementara Wakil Ketua KONI Tolitoli Mansyur Pondang dikonfirmasi wartawan mengakui uang insentif dan bonus atlet Tolitoli yang mengikuti Porprov Banggai belum dicairkan. Salah satu kendalanya adalah dari total anggaran yang disiapkan untuk pelaksanaan Porprov, awalnya Rp 2,1 miliar. Namun, karena ada refocusing sehingga dana Porprov yang dicairkan berkurang menjadi Rp1,9 Miliar.
Baca juga : Palu Timur Juara I Catur Beregu di Porkot Palu 2022
“Anggaran Porprov seharusnya Rp2,1 miliar, namun yang cair sesuai dengan RKA yang diusulkan hanya Rp 1,9 miliar, tidak termasuk uang saku atlet dan bonus atlet yang meraih medali,” kata Mansyur Pondang selaku ketua tim rombongan Porprov.
Ia menjelaskan, uang insentif atlet, oficial, dan pelatih serta bonus atlet yang meraih medali dijanjikan akan dibayarkan nanti tahun anggaran 2023.
Pihaknya juga mengakui memang awalnya sebelum anggaran Porprov direcofusing, uang saku dan bonus atlet peraih medali akan dibayarkan. Namun, dari anggaran Rp 2,1 miliar yang disetujui di APBD Perubahan, Bagian Kesra Sekdakab Tolitoli merefocusing kurang lebih Rp 300juta.
“Iya, anggaran Porprov itu awalnya Rp2,1 miliar, namun Bagian Kesra merefocusing sebesar kurang lebih Rp300 juta, sehingga uang insentif dan bonus atlet belum bisa dibayarkan karena tidak masuk di RKA yang diajukan,” jelasnya.
Baca juga : TPP ASN Pemprov Sulteng Dibayarkan April 2022
Ia menambahkan, anggaran KONI di APBD awal tahun 2022 sebesar Rp 2 miliar, namun Rp 650 juta dialihkan untuk kegiatan Porprov. Sementara sisanya, Rp 1,350 miliar untuk alokasi dana pembinaan Cabor dan operasional pengurus KONI.
Kemudian di APBD Perubahan, anggaran KONI yang siapkan untul pelaksanaan Porprov di Banggai sebesar Rp 2,1 miliar, dan yang dicairkan hanya sebesar Rp 1,9 miliyar karena di-refocusing sebesar kurang lebih Rp300 juta.






