Minggu, 17 Mei 2026
Home, News  

Program Studi S1 Kimia FMIPA Untad Menggelar Lokakarya Kurikulum Berbasis OBE

Program Studi S1 Kimia FMIPA Untad Menggelar Lokakarya Kurikulum Berbasis OBE
Narasumber Prof. Drs. Roto, M.Eng, Ph.D bersama Koordinator Program Studi Kimia FMIPA Dr. Moh. Mirzam, M.Si, S.Si. Foto: Istimewa

Palu, Teraskabar.id – Program Studi S1 Kimia FMIPA Universitas Tadulako kembali menggelar lokakarya kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), bertempat di Aula FMIPA Universitas Tadulako, Sabtu (27/4/2024).

Kegiatan ini menghadirkan Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D selaku Assesor dan Tim Adhoc Akreditasi Internasional Royal Society of Chemistry, Assesor BAN PT, Assesor AUN-QA Internal UGM, dan Direktur Akreditasi LAMSAMA.

Baca jugaProdi S1 Kimia FMIPA Untad Sosialisasi dan Pengabdian Masyarakat di Sigi, Kuliah di Kimia Mahal?

Kegiatan ini di latar-belakangi oleh akan berakhirnya Akreditasi Unggul Prodi S1 Kimia FMIPA Untad dan diwajibkan untuk segera melakukan proses akreditasi kembali. Namun, yang menjadi tantangan tersendiri adalah kurikulum akreditasi sebelumnya masih menggunakan format kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Sedangkan, untuk mengusulkan akreditas saat ini harus menggunakan kurikulum berbasis OBE  sesuai Permendikbud RI Nomor 3 Tahun 2020.

Dalam kegiatan lokakarya ini turut mengundang peserta yang berasal dari perwakilan Rektorat Universitas Tadulako, Pimpinan FMIPA, semua ketua jurusan dan sekretaris jurusan lingkup FMIPA, dosen-dosen jurusan Kimia FMIPA, stakeholder, alumni jurusan Kimia , dan mahasiswa-mahasiswi jurusan Kimia.

Program Studi S1 Kimia FMIPA Untad Menggelar Lokakarya Kurikulum Berbasis OBE
Sambutan Dekan FMIPA Universitas Tadulako Dr. Lufsyi Mahmuddin, S.Si., M.Si sekaligus membuka acara lokakarya. Foto: Istimewa

Lokakarya ini dilakukan melalui 2 tahapan yaitu acara pembukaan dan acara inti berupa pemaparan kurikulum dan RPS berbasis OBE.

Acara pembukaan lokakarya terdiri dari pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Universitas Tadulako, sambutan Ketua Panitia oleh Prismawiryanti, S.Si., M.Si., sambutan Ketua Program Studi S1 Kimia, sambutan Dekan FMIPA sekaligus membuka acara lokakarya kurikulum berbasis OBE, dan penutupan acara pembukaan.

Usai pembukaan dilanjutkan acara utama menghadirkan pemateri utama, Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D dan dimoderatori langsung oleh Dr. Mohamad Mirzan, S.Si., M.Si selaku ketua Program Studi S1 Kimia.

  Wagub Sulteng Tinjau Kesiapan Lokasi Peluncuran Koperasi Merah Putih dan Program MBG

Baca juga: Penggunaan Bahan Kimia di Tambang Poboya Didemo Warga

Mengawali paparannya saat membahas kurikulum berbasis OBE, Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D mengatakan, semua perguruan tinggi dituntut menghasilkan mahasiswa yang kompeten.

“Kompeten artinya mampu melaksanakan tugasnya masing-masing dengan baik dan benar,” kata Prof Roto.

Ia mencontohkan, kompetensi seorang sarjana S1 Kimia adalah mampu mensintesis senyawa kimia baik senyawa organik, senyawa an-organik, senyawa organometalik, senyawa koordinasi, senyawa ionik dan molekuler. Dimana, proses síntesis senyawa yang dilakukan oleh sarjana kimia berhubungan aplikasi pada pupuk, sabun, bio-diesel, dan sebagainya.

“Sarjana yang kompoten kimia saat ini masih sangat luas dibutuhkan,” ujarnya.

Negara Jepang misalnya, saat ini membutuhkan para sarjana yang notabene masih disuplai oleh negara Vietnam.

Pembahasan berikutnya ini dimulai dengan sebuah pertanyaan “Why are 21st century skill so important?”

Program Studi S1 Kimia FMIPA Untad Menggelar Lokakarya Kurikulum Berbasis OBE
Foto para dosen Prodi Kimia FMIPA Untad Bersama Pemateri Prof. Drs. Roto, M.Eng. Ph.D. Foto: Istimewa

Prof Roto kemudian memperlihatkan sebuah diagram tentang Core subject and 21st century themes yang beririsan dengan Life and carrer skills, learning and innovation skills, and information media and technology skills.

Core subject and 21st century themses yang disederhanakan dalam masalah kimia kekinian adalah masalah energi, pangan, obat-obatan, air, mikroplastik, climate change, dan sebagainya.

Secara spesifik Prof Roto membahas energi, bahwa perlu dilakukan proses konversi biomassa menjadi bahan bakar hijau dengan memanfaatkan gelombang microwave, gelombang ultrasonik, dan sebagainya.

Baca jugaKementerian PUPR Gelar Lokakarya Jurnalisme Kebencanaan, Satgas: Ini Bisa Terbangun Sinergitas

Menurutnya, masalah utama kimia saat ini adalah energi. Mulai pentingnya mencari sumber-sumber minyak seperti biodiesel, bioethanol, avtur, dan sebgainya.

Selanjutnya, Prof Roto  melanjutkan pembahasan terkait life and carrer skills seperti kemampuan publikasi, menulis artikel, mampu memberikan solusi dan ide dalam problem kimia. Pada pembahasan learning and innovation skills, ia membahas microplastic yang telah mulai berdampak besar terhadap sungai dan laut. Sehingga, dari pembahasan ini, ia mengharapkan alumni memiliki pengetahuan think-thank.

  Manajemen Konflik Versus Objektif Pembenaran

Secara spesifik ia menjelaskan bahwa OBE terlingkup dalam curriculum, assessment, and reporting practise.

Pada kegiatan ini juga menerima masukan-masukan dari stakeholder dan alumni yang saat ini telah berkecimpung pada berbagai sektor seperti Dinas Perindustrian, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas ESDM, perusahaan nikel, perusahaan minyak, perusahaan emas, konsultan lingkungan dan sebagainya.

Program Studi S1 Kimia FMIPA Untad Menggelar Lokakarya Kurikulum Berbasis OBE
Foto bersama peserta lokakarya kurikulum dan pemateri. Foto: Istimewa

Harapan dari keterlibatan semua pihak ini diharapkan keberadaan Prodi S1 Kimia FMIPA mampu memberikan warna dan manfaat buat bangsa dan negara, khususnya Provinsi Sulawesi Tengah. Sehingga tujuan Pendidikan Program Studi S1 Kimia FMIPA;

1) Menghasilkan lulusan yang berakhlak mulia, beretika, berkualitas, jujur, mandiri, dan bertanggung jawab dalam melayani masyarakat dan lingkungannya;

Baca jugaFakultas Syariah UIN Datokarama Palu Hadirkan Guru Besar Unhas Bahas Kurikulum Baru

(2) Menghasilkan lulusan yang dapat mengaplikasikan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi dalam bidang kimia dengan kecakapan tinggi, sehingga memungkinkan untuk berkembang dalam karir profesional secara nasional maupun internasional,

(3) Menghasilkan lulusan yang mampu merefleksikan kualitas individu yang unggul sebagai anggota atau pemimpin yang inspiratif, kolaboratif, dan adaptif dalam lingkup interdisipliner maupun multidisipliner. (teraskabar)