Morowali, Teraskabar.id — Forum Masyarakat Kawasan Investasi atau FMKI Morowali ambil peran dalam program donor darah yang digelar PT Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Morowali.
Dukungan organisasi masyarakat itu memperluas jangkauan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), sekaligus memperlihatkan bagaimana kolaborasi antara sektor industri dan komunitas lokal dapat memperkuat layanan kesehatan di kawasan yang berkembang pesat.
Kegiatan donor darah akan berlangsung pada Selasa (4/8/2026), mulai pukul 08.00 WITA di Aula Desa Tondo, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali.
Panitia menargetkan 200 peserta. Target tersebut diharapkan menghasilkan sekitar 200 kantong darah. Stok itu akan memperkuat persediaan darah PMI Kabupaten Morowali.
Peserta berasal dari karyawan PT BTIIG, warga Desa Topogaro, Desa Tondo, Desa Ambunu, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai institusi lainnya.
Program ini hadir ketika kebutuhan darah terus muncul setiap hari. Karena itu, kegiatan donor darah tidak hanya menjadi agenda seremonial.
Sebaliknya, kegiatan tersebut menjawab kebutuhan nyata pelayanan kesehatan masyarakat.
FMKI Morowali Ambil Peran dalam Kolaborasi Kawasan Industri
Menjelang pelaksanaan kegiatan, panitia menggelar rapat persiapan bersama berbagai unsur masyarakat. Rapat berlangsung pada Rabu (29/7/2026), di Kantor PT BTIIG.
Forum Masyarakat Kawasan Investasi (FMKI) Kabupaten Morowali hadir bersama GERAKiN, Karang Taruna Desa Ambunu, Karang Taruna Desa Tondo, Karang Taruna Desa Topogaro, FNPBI, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Kehadiran organisasi tersebut menunjukkan bahwa program sosial perusahaan berkembang melalui partisipasi masyarakat. Model kolaborasi seperti ini semakin penting di kawasan industri yang terus bertumbuh.
Ketua Umum FMKI Kabupaten Morowali, Albar Djena, menegaskan dukungan organisasinya terhadap kegiatan tersebut.
“FMKI siap berkontribusi untuk menyukseskan kegiatan donor darah ini. Kami menilai kegiatan ini sangat positif karena tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan stok darah PMI, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial dan semangat kebersamaan di kawasan investasi,” ujar Albar Djena.
Pernyataan itu mencerminkan pandangan bahwa keberhasilan investasi juga membutuhkan hubungan sosial yang kuat.
Menurut Albar, kegiatan donor darah menjadi ruang untuk mempererat komunikasi antara perusahaan, organisasi kemasyarakatan, pemerintah desa, dan masyarakat.
Selain itu, FMKI menyampaikan apresiasi kepada PT BTIIG dan PMI Kabupaten Morowali atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan tersebut.
CSR Berbasis ESG Menjadi Fondasi Program
Dokumen Term of Reference (TOR) menjelaskan bahwa donor darah merupakan bagian dari implementasi komitmen PT BTIIG terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Pendekatan tersebut menempatkan aspek sosial sebagai bagian penting dari keberlanjutan perusahaan.
Dengan demikian, CSR tidak berhenti pada bantuan sesaat. Sebaliknya, CSR membangun hubungan jangka panjang antara perusahaan dan masyarakat.
Dalam konteks Morowali, pendekatan itu memiliki arti strategis. Daerah ini berkembang sebagai kawasan investasi yang menarik perhatian berbagai pelaku industri.
Pertumbuhan tersebut membutuhkan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan penguatan nilai sosial.
Karena itu, kegiatan donor darah menawarkan contoh sederhana mengenai bagaimana perusahaan dapat membangun kedekatan dengan masyarakat melalui aksi yang memberikan manfaat langsung.
FMKI Morowali Ambil Peran untuk Memperkuat Kepedulian Sosial
Panitia mengusung tema “Setetes Darah, Sejuta Harapan: Wujud Kepedulian Huabao untuk Morowali.”
Tema tersebut mengingatkan bahwa setiap kantong darah memiliki nilai kemanusiaan yang besar.
Selanjutnya, panitia menyusun rangkaian kegiatan secara sistematis. Kegiatan akan dimulai dengan persiapan lokasi dan sterilisasi area.
Acara kemudian akan berlanjut dengan seremoni pembukaan. Donor darah berlangsung dalam dua sesi. PMI Kabupaten Morowali mendampingi seluruh proses sesuai standar pelayanan donor darah.
Panitia juga menyiapkan area donor, peralatan medis, konsumsi, paket gizi, suvenir, serta dukungan transportasi bagi tim medis dan panitia.
Persiapan tersebut bertujuan menjaga kenyamanan sekaligus memastikan kelancaran kegiatan.
Kolaborasi Menjadi Nilai Utama
Program donor darah ini memperlihatkan bahwa keberhasilan CSR tidak hanya bergantung pada perusahaan. Sebaliknya, hasil yang lebih besar muncul ketika masyarakat ikut mengambil bagian.
Karena itu, FMKI Morowali ambil peran sebagai salah satu mitra strategis yang memperkuat kolaborasi lintas sektor di kawasan investasi.
Sinergi antara PT BTIIG, PMI Kabupaten Morowali, FMKI, organisasi kemasyarakatan, karang taruna, pemerintah desa, dan masyarakat membuka peluang lahirnya program sosial yang berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut juga memperlihatkan bahwa pembangunan kawasan industri dapat berjalan berdampingan dengan penguatan nilai kemanusiaan.
Pada akhirnya, FMKI Morowali ambil peran tidak hanya dalam menyukseskan agenda donor darah, tetapi juga dalam membangun budaya gotong royong yang mampu mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat. Melalui kerja sama tersebut, kegiatan donor darah berpotensi menjadi model kolaborasi sosial yang memberi manfaat nyata sekaligus memperkuat ketahanan pelayanan kesehatan di Kabupaten Morowali. (G).






